Therefore, phonics instruction plays a key role in helping students comprehend text. It helps the student map sounds onto spellings, thus enabling them to decode words. Decoding words aids in the development of word recognition, which in turn increases reading fluency. Reading fluency improves reading comprehension because as students are no longer struggling with decoding words, they can concentrate on making meaning from the text.

Isvankids education memberikan worksheet gratis untuk anak-anak. Disini Anda akan menemukan lebih dari 1.600 lembar kerja gratis untuk pendidikan anak. Printable untuk semua mata pelajaran kami berikan secara gratis, Anda bisa mendownload bererapa materi worksheet seperti Latihan soal  Matematika, alfabet, mengenal Angka dan huruf, menulis Angka dan huruf, dot to dot, cut and paste, phonic an card, sains, tracing angka, tracing huruf, tracing gambar, permainan asah otak, teka-teki, labirin, mewarnai, menggambar dan kegiatan kreatifitas. Lembar kerja isvankids bisa digunakan untuk anak-anak usia dini, anak pra sekolah, Paud, Taman kanak-kanak TK, Sekolah dasar SD atau untuk kegiatan belajar Home Schooling
In the first 60 lessons, all of Reading Eggs’ books are highly decodable, using words that have been introduced and reinforced by the lessons. The program responds to readers at their level of ability, making it possible for children to consistently read at their own individual level. This is extremely beneficial for their learning and overall confidence.
There has been a strong debate in France on the teaching of phonics ("méthode syllabique") versus whole language ("méthode globale"). After the 1990s, supporters of the later started defending a so-called "mixed method" in which approaches from both methods are used. France is home to some of the most influential researchers in psycho-pedagogy, cognitive sciences and neurosciences, such as Stanislas Dehaene and Michel Fayol. These researchers have studied the problem from the perspective of their sciences and put their heavy scientific weight on the side of phonics.
Kim Burnim: It’s called decoding because you can think of the letters as a code that you have to figure out in order to know what the word is. So when you are decoding, you are looking at a written word and using a knowledge of phonics (sounds of the letters) to say the word correctly. For example, if a child sees the letters m-a-p together in a word, and knows the sounds that the letters m, a, and p stand for, then he or she can blend those three sounds together to say the word “map.”
Anak sudah bisa diajarkan membaca pada usia 3 tahun lebih, atau tergantung kemandirian si anak juga. Mengajar anak-anak itu tantanganya cukup berat, karena anak usia preschool itu konsentrasinya sangat pendek. Umumnya bisa dipastikan dengan mengalikan umurnya dengan angka 5. jadi kalau usianya 3 tahun kalikan 5 adalah 15, konsentrasi si anak dalam belajar hanya 15 menit. Untuk itu, kegiatan belajar harus dirancang dengan fun dan menarik sehingga anak tidak bosan.

^ "National Reading Panel (NRP) – Publications and Materials – Reports of the Subgroups". National Institute of Child Health and Human Development. (2000). Report of the National Reading Panel. Teaching children to read: an evidence-based assessment of the scientific research literature on reading and its implications for reading instruction: Reports of the subgroups (NIH Publication No. 00-4754). Washington, DC: U.S. Government Printing Office. 2000. Archived from the original on 2010-06-11.


Nah, saya akan menjelaskan bagaimna cara mengajari buah hati anda yang sedang duduk di bangku TK ( taman kanak-kanak) dapat membaca 3 huruf dalam bahasa inggris menggunakan metode phonic sound. Jika mommy sudah pernah mendengar motede ini sebelumnya, mungkin akan lebih mudah untuk mommy mengerti. Metode phonic sound ini mengajarkan anak membaca menggunakan bunyi(sound) setiap huruf (alphabet) dan menurut saya mengajarkan anak membaca menggunakan metode phonic sound lebih mudah dan lebih praktis dibanding metode yang lainnya.
KENAPA YAHH PARA GAMERS JARANG DI LIRIK CEWEK? * Kenapa sih kebanyakan cewek saat tau kita ini gamerss langsung pada kaburr atau menghindar atau bisa dibilang g mau dikenal??? ckckck.. * Oke lah kita emank gak kayak AMOR yang bisa kebut - kebutan dan balapan,atau yang anak2 tongkrongan yang gaya styleanya keren2.. * Kita juga ga kya anak band yang pintar maen alat musik ( tapi saya kira banyak anak gamers yang bisa, cuman lebih memilih dunia game) ( kita jg bisa kebut2 an tp qt ga mau,karna itu meresahkan orang lain atau merugikan sekitar ) >>>>>> Tapi tau ga,?? dari survei yang membuktikan, sebagian besar gamers...
In November 2010, a government white paper contained plans to train all primary school teachers in phonics.[38] In 2018, The Office for Standards in Education, Children’s Services and Skills (Ofsted), as part of its curriculum research has produced a YouTube video on Early Reading. It states "It is absolutely essential that every child master the phonic code as quickly as possible ... So, successful schools firstly teach phonics first, fast and furious." [39]
Lagipula, kita tidak bisa menafikkan gempuran arus teknologi dan informasi jaman now yang begitu luar biasa. Setelah melakukan diskusi dengan suami, akhirnya mau tidak mau kami tetap memberi kesempatan anak-anak untuk menonton youtube dengan berbagai aturan ketat yang musti dipenuhi. Salah satunya mengenai durasi serta kanal apa yang boleh ditonton olehnya.
^ "National Reading Panel (NRP) – Publications and Materials – Summary Report". National Institute of Child Health and Human Development. (2000). Report of the National Reading Panel. Teaching children to read: An evidence-based assessment of the scientific research literature on reading and its implications for reading instruction (NIH Publication No. 00-4769). Washington, DC: U.S. Government Printing Office. 2000. Archived from the original on 2010-06-10.

SAYA BUTUH LIBURAN, MIND BREAK, ROUTINE BREAK DI LUAR FARM NGGAK SIH BIAR HIDUP DI FARM (HIDUP OFF GRID SUSTAINABLE) ITU BISA BAHAGIA?   “Jujur mikirin aja, rasanya saya mau gila untuk tinggal jauh dari peradaban modern/kota.”   Tulisan ini adalah curhatan dari jalan-jalannya kakiku antara kota dan farm, dan hasil pengamatan atas anggota keluarga […]

So, I decided to figure this things out! Saya mulai baca-baca sana sini dan browsing-browsing ini itu. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan cara dan bahan yang menurut saya cukup ideal untuk dibelajarkan kepada anak-anak. Kuncinya adalah PHONICS! Inilah metoda belajar membaca bagi English Speaking children. Dengan Phonics, anak-anak diajarkan mengucapkan alfabet menurut bunyinya, misalnya ‘C’ bukan diucapkan ‘si’ tetapi ‘keh..’, ‘G’ bukan dibunyikan ‘ji’ tetapi ‘geh’. Setelah mengenal bunyi huruf, anak-anak akan dikenalkan dengan bentuk-bentuk kata yang berpola, semisal “short vowel”, “long vowel”, “r control”, dsb dsb. Tentu saja teorinya tidak perlu di baca oleh anak-anak, mereka tinggal mengikuti contoh-contoh yang sudah di susun sistematis. Mirip metoda IQRA! Luar biasa, tiba-tiba saja anak sudah bisa mengenali pola bunyi dan …bisa membaca! Persis seperti anak-anak yang belajar membaca huruf Arab dengan metoda Iqra!
Bersenang-senang membaca Anak kami cerita interaktif online, yang sempurna untuk membaca untuk anak Anda atau biarkan anak-anak usia prasekolah atau sekolah membacanya sendiri. Cerita gratis kami secara online, dengan audio, pembaca mudah yang pembaca awal dapat menikmati. Sempurna untuk belajar dirumah dan penggunaan di dalam kelas. Cerita tentang Putri, Pirate, Bayi Penasaran, Bunbun, Beakley, dan buku Pendidikan untuk dibaca secara online.
Pribadi pantang menyerah dan tangguh. Dalam pertandingan satu lawan satu, maka akan ada dua orang pemain yang berjuang untuk terus bertahan. Jangan pernah menyerah jika masih ada harapan. Agar bisa mencapai tujuan dan menang, maka mereka harus sanggup untuk kembali berdiri setelah jatuh, meskipun hal tersebut sulit. Karakter tangguh seperti ini akan terus dilatih lewat olahraga.
Emak2 itu suka dilema, dan kadang mengambil keputusan buruk karena tidak mau ambil resiko. Contoh nih kalo liat kerjaan rumah yang numpuk belum lagi berantakan dimana2, eh tiba2 anak2 mau bantuin tuh bikin dilema banget. Gimana ngga? Klo anak2 ikut bantuin mereka bisa sekalian belajar tp nantinya bukannya cepet selesai malah tambah lama dan kurang oke hasilnya. Padahal perbuatan semacam itu, bikin anak2 malah akhirnya malas membantu. Karena sering dilarang sih.
Recently, the National Reading Panel, composed of experts in the field of literacy, was asked by the United States Congress to examine the research on the teaching of reading. A subgroup of the National Reading Panel reviewed 38 studies to determine what the research says about the teaching of phonics. To ensure the soundness of its findings, the National Reading Panel chose to review only studies that met rigorous criteria for research studies.
KALO MASIH BILANG BELAJAR BACA BIKIN STRES BERARTI GA KENAL ABACA. Coba cek situs The American Institute of Stress (Stress.org) ditemukan 50 tanda stres, bbrp di antaranya sakit kepala, badan gemetar tak terkendali, keluar keringan dingin, gugup, dll. Bandingkan dg gejala anak yg bermain abaca, seperti putra bunda Widi. Sebelumnya putra Bunda Widi ini kalo diminta belajar jagonya ngeles, dikit2 bilang, "adek capek Bu." Tapi lain ceritanya setelah kenal abaca, Bunda Widi kerasa kena karma nih. Sekarang, gantian deh yg bilang capek. Putra Bunda Widi nagih terus main abaca ga kenal lelah, sampe capek bunda Widi karena diminta main abaca melulu. Selain putra Bunda Widi ada lagi, Andro, yg bangun tidur, bukannya cuci muka, malah langsung nyari abaca dan main *tepok jidat :p Itu baru 2 contoh Bunda, ada sekitar seribuan testimoni spt ini yg bikin anak cepat nyantol dan bersemangat belajar. Bandingkan gejala anak yg kecanduan belajar pake abaca dg orang stres, tak ada satu pun ditemukan gejala spt yg disebutkan dalam situs American Institute of Stress. Anak2 malah hepi, dan nodong bundanya main abaca terus sampe capek. Sama sekali tidak menunjukkan gejala stres. Kalo Plato masih hidup, beliau akan merekomendasikan abaca deh. Pendidikan paling efektif adalah jika anak2 bermain dg hal2 yg benar2 dia sukai. (Plato). Kenapa abaca ajaib? Karena huruf2nya diklasifikasikan sedemikian rupa ke dalam box2nya. Shg materi huruf yg kompleks dan abstrak, menjadi sederhana dan mudah. Ditambah lagi dg gamenya yg beragam dan tingkat kesulitannya terukur. Tapi tetap ya bunda, tes dl kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasilnya maksimal. ABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU / MAINAN. Copas by FB Bunda Halimah Masjhur Info Abaca silahkan hubungi Marketer Resmi Abaca Flashcard Harlina 085878491586

TAHAPAN ANAK BELAJAR MEMBACA Mengenalkan sesuatu perlu proses yang urut, jika menginginkan hasil yg baik. Kalo mau mengenalkan makanan padat pada bayi, maka prosesnya harus diawali dg makanan yg encer sekali hampir spt air, lalu ditingkatkan lagi kepadatannya sampe bayi dapat mengunyah dan mencerna makanan padat dg baik. Tidak mungkin kita kenalkan makanan padat langsung tanpa proses pengenalan makanan yg lebih lunak dulu karena pencernaan bayi bisa bermasalah. Begitu juga dengan membaca, ada tahapan proses yang harus dilalui bun. Membaca itu adalah keterampilan yang harus dilatih atau distimulus. Secara normal membaca bukanlah bakat alami yang akan muncul dengan sendirinya. Buktinya jumlah angka buta huruf itu tinggi lo. Anak tidak bisa langsung membaca buku, tanpa memahami hukum pertemuan antar huruf. Membaca itu sebuah ketrampilan yg dalam menguasainya perlu dukungan, waktu, dan kesempatan. Membaca bukan bakat alam, anak2 perlu mempelajarinya spt belajar ketrampilan berenang. Anak2 ga bisa otomatis menguasai renang hanya dg melihat orang lain berenang. Juga menjahit, anak2 tidak bisa tiba2 bisa menjahit hanya dg melihat orang lain menjahit. Membaca juga begitu, anak2 tidak dapat langsung bisa membaca hanya dengan mendengar cerita orang dewasa membaca buku. Lalui tahapan belajar membaca dengan baik, karena proses yg baik dapat memberikan hasil yang baik dan tidak menimbulkan stres pada anak. Semua pakar literasi sepakat bahwa belajar membaca itu ada tahapannya. Beberapa tahapan itu di antaranya seperti ini: 1. Mengenal nama huruf (sebagian ada yg menggunakan metode kenal suku kata dulu) 2. Memahami bunyi huruf jika bertemu dengan 1 huruf lainnya seperti ba, ca, fa, ga 3. Memahami cara membaca kata sederhana seperti ja-ka, ra-ja, dll 4. Memahami cara membaca kalimat sederhana dengan terpatah-patah (pelan2) contoh matahari pagi 5. Bisa memahami cara membaca huruf berakhiran konsonan seperti rak, mak, nah, mah, dll. 6. Mampu membaca kata yang lebih kompleks contoh enak, lebah, rebah, gerak, dll. 7. Dapat membaca kalimat yg lebih kompleks gabungan akhiran konsonan dan vokal secara pelan2. Contoh rubah lari, susu enak, gerak gerik, dll.
LOYALITAS bisa dikatakan hal yang langka saat ini. Tapi bukan berarti kesetiaan seorang pemain terhadap klub tidak pernah ada. Beberapa nama bahkan tak pernah berganti klub sejak memulai kariernya. Siapa saja mereka? 10. PELE (Santos 1956-1974, New York Cosmos 1975-1976) Pele memang mengakhiri kariernya di klub Amerika Serikat New York Cosmos. Namun sebagai pemain, ia lebih dikenal sebagai legenda Santos selama 18 tahun. "Real Madrid menginginkan saya, bersama Manchester United dan Juventus," katanya pada Eurocalcio dalam sebuah wawancara tahun 2009. Pele menambahkan, "Presiden Juventus bahkan hampir mencapai kesepakatan dengan...
By the end of kindergarten, students should know the letters and their corresponding sounds. Your homeschool phonics program should use reading activities that will help your student identify words that begin with the same sounds and reinforce letter recognition. Use reading activities that show your child the difference between upper and lowercase letters.

After they’ve gained phonemic awareness and early phonics skills, students move even closer to learning to read. With Time4Learning, 1st graders begin learning phonics online by translating syllables into words and focusing on phonetic spelling strategies. In 2nd grade, students advance their phonics knowledge by decoding multisyllabic words and recognizing word roots, prefixes and suffixes.


As well as working through the alphabet, and the sounds that each letter makes, Reading Eggs also includes lessons on phonics skills such as working with beginning and end blends of letters, the variety of sounds that vowels make, diphthongs, consonant letter sounds such as soft c, g, and y, silent letters, double letter sounds, word families, and how to work through words with more than one syllable.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari proses membaca, Seidenberg dan mantan mahasiswa pascasarjana Michael Harm, sekarang di Stanford University, dirancang sebuah model komputer yang belajar membaca seperti anak-anak. Ini mungkin tidak mensimulasikan segala sesuatu yang terjadi di kelas, kata Seidenberg, tetapi model menggunakan prinsip yang sama dan faktor-faktor yang mengarahkan kemampuan membaca.
TIPE mobil sedan besar dahulu masih menjadi pilihan utama setiap keluarga yang ingin memiliki mobil. Selain berkapasitas cukup besar, mobil ini dinilai tangguh untuk digunakan dalam jarak jauh. Di era 1980, ciri mobil keluarga melekat pada dua mobil keluarga yakni sedan besar Ford Costina. Tapi belakangan, popularitas mobil sedan semakin tergusur oleh mobil hatchback dan citycar. Dilansir harian  Daily Mail, Kamis 16 Februari 2012, kepopuleran mobil sedan telah tergantikan oleh mobil-mobil yang lebih kecil, seperti Volkswagen Golf atau Peugeot 207 atau sebaliknya, kendaraan lain yang lebih baik dalam menampung keluarga "Tiga...
Synthetic phonics, also known as blended phonics, is a method employed to teach children to read by blending the English sounds to form words. This method involves learning how letters or letter groups represent individual sounds, and that those sounds are blended to form a word. For example, shrouds would be read by pronouncing the sounds for each spelling "/ʃ, r, aʊ, d, z/" and then blending those sounds orally to produce a spoken word, "/ʃraʊdz/." The goal of either a blended phonics or synthetic phonics instructional programme is that students identify the sound-symbol correspondences and blend their phonemes automatically. Since 2005, synthetic phonics has become the accepted method of teaching reading (by phonics instruction) in the United Kingdom and Australia. In the US, a pilot programme using the Core Knowledge Early Literacy programme that used this type of phonics approach showed significantly higher results in K-3 reading compared with comparison schools.[14]
Dalam perkembangannya multimedia memiliki peranan dalam kehidupan manusia terutama pada anak-anak. Perkembangan teknologi multimedia membuka potensi besar dalam perubahan cara belajar, cara memperoleh informasi dan sebagainya. Demikian pula bagi para anak-anak,dengan adanya aplikasi multimedia interaktif diharapkan mereka akan lebih mudah menentukan dengan cara apa dan bagaimana menyerap informasi yang disampaikan secara cepat dan efisien. Sumber informasi dan ilmu yang mereka peroleh tidak lagi hanya terpaku pada buku tetapi lebih luas dan beraneka ragam. Apalagi dengan adanya jaringan internet yang akan membuat kemudahan dalam memperoleh informasi yang diperlukan.
Jika anda penggemar menonton Film apalagi suka mendownload film online, ada baiknya anda menonton dan mendownload film favorit anda tidak menggunakan subtitle bahasa Indonesia. Usahakan dalam menonton dan download film favorit anda gunakan subtitle bahasa inggris. Ini berfungsi untuk melatih pendengaran anda dan membiasakan mendengar bahasa inggris. Dengan cara menonton dan mendengar Film menggunakan subtitle bahasa inggris anda terbiasa dan diharapkan mampu memahami percakapan yang akan anda lakukan.
isvankids memberikan sebuah kurikulum aktifitas yang lengkap untuk menginspirasi anak-anak dengan permainan terbaik. Kegiatan belajar dan bermain bersama isvankids merupakan sebuah langkah awal untuk anak-anak Anda dalam mencapai kesuksesan mereka di masa depan. Aktivitas belajar yang interaktif menjadi dasar kami dalam melatih dan Meningkatkan kemampuan anak Anda untuk dapat berkomunikasi secara efektif.

KALO MASIH BILANG BELAJAR BACA BIKIN STRES BERARTI GA KENAL ABACA. Coba cek situs The American Institute of Stress (Stress.org) ditemukan 50 tanda stres, bbrp di antaranya sakit kepala, badan gemetar tak terkendali, keluar keringan dingin, gugup, dll. Bandingkan dg gejala anak yg bermain abaca, seperti putra bunda Widi. Sebelumnya putra Bunda Widi ini kalo diminta belajar jagonya ngeles, dikit2 bilang, "adek capek Bu." Tapi lain ceritanya setelah kenal abaca, Bunda Widi kerasa kena karma nih. Sekarang, gantian deh yg bilang capek. Putra Bunda Widi nagih terus main abaca ga kenal lelah, sampe capek bunda Widi karena diminta main abaca melulu. Selain putra Bunda Widi ada lagi, Andro, yg bangun tidur, bukannya cuci muka, malah langsung nyari abaca dan main *tepok jidat :p Itu baru 2 contoh Bunda, ada sekitar seribuan testimoni spt ini yg bikin anak cepat nyantol dan bersemangat belajar. Bandingkan gejala anak yg kecanduan belajar pake abaca dg orang stres, tak ada satu pun ditemukan gejala spt yg disebutkan dalam situs American Institute of Stress. Anak2 malah hepi, dan nodong bundanya main abaca terus sampe capek. Sama sekali tidak menunjukkan gejala stres. Kalo Plato masih hidup, beliau akan merekomendasikan abaca deh. Pendidikan paling efektif adalah jika anak2 bermain dg hal2 yg benar2 dia sukai. (Plato). Kenapa abaca ajaib? Karena huruf2nya diklasifikasikan sedemikian rupa ke dalam box2nya. Shg materi huruf yg kompleks dan abstrak, menjadi sederhana dan mudah. Ditambah lagi dg gamenya yg beragam dan tingkat kesulitannya terukur. Tapi tetap ya bunda, tes dl kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasilnya maksimal. ABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU / MAINAN. Copas by FB Bunda Halimah Masjhur Info Abaca silahkan hubungi Marketer Resmi Abaca Flashcard Harlina 085878491586
Salah satu manfaat metode fonik dalam mengajar membaca Bahasa Inggris adalah metode ini dapat mengenalkan anak Anda pada alfabet dan berbagai bunyi. Bahasa Inggris memiliki 26 huruf alfabet, 21 bunyi vokal, dan 22 bunyi huruf konsonan. Anda bisa mengajarkan si kecil huruf alfabet dan berbagai jenis bunyi huruf dalam Bahasa Inggris. Setelah itu, Anda bisa meminta anak Anda untuk merangkai beberapa kombinasi huruf konsonan dan vokal untuk membentuk kosakata dalam Bahasa Inggris.
ADA TAHAPAN ANAK BISA MEMBACA SETELAH KENAL HURUF (SUKU KATA) JADI....TIDAK OTOMATIS BISA BACA Mungkin kita berpikir jika anak sudah tahu huruf a sampai z atau sudah kenal suku kata berarti dia sudah bisa baca.. Eit..tunggu dulu ya.. Jika kita berpikir demikian maka, sakit hatilah yg didapatkan ketika anak kita sudah hafal huruf dan kenal suku kata ternyata ketika disodorkan buku kepadanya dia belum bisa membaca..bisa2 kita salahkan media belajar membacanya.. Sabar ya... Ada tahapannya seorang anak dapat menguasai ketrampilan membaca, dan pembimbing/orang tua wajib mengetahui ini. Yaitu : 1. Setelah anak hafal semua suku kata, maka ajari dia teknik membaca yaitu dg menjejerkan kartu. Jadi, SALAH BESAR jika meyakini anak yg telah mengetahui suku kata akan otomatis tahu cara membacanya. Teknik membaca bisa diajarkan melalui teknik jejer kartu. Dimulai dg yg mudah dulu (2 kartu), lalu meningkat menjadi 3 kartu (membentuk kalimat). 2. Setelah anak mahir membaca dg teknik jejer kartu, baru kenalkan buku. Carilah buku yg penyusunannya sistematis, dan memahami level kesulitan anak serta perhatikan cara penyajian buku tsb, apakah pantas digunakan utk pemula? Anak2 tertentu, akan menolak buku (umumnya ketika usia di bawah 6 atau 7 tahun). Sebab, dalam satu halaman buku memuat terlalu banyak simbol abstrak (huruf) yg membuat anak susah fokus dan terbebani. Namun beban ini, akan berkurang seiring dg meningkatnya usia anak. Semakin matang seorang anak, semakin siap dia belajar membaca bahkan mampu beralih dari flashcard ke buku belajar membaca. Jadi utk sampai pada tahapan bisa membaca sendiri ada tahapannya. Begitu jg dg kemampuan menulis (bukan menebalkan huruf, tapi menulis tanpa menyontek), yg tidak otomatis dikuasai oleh anak yg bisa membaca (pemula). Kalopun ada sebagian anak yg mampu, jumlahnya sangat kecil. Karena utk sampai pada tahapan bisa menulis, anak harus dapat "memvisualisasikan" tulisan atau huruf2 yg terlibat dalam kata dan tahu cara menulisnya. Sumber : Diena Ulfaty, founder, owner & produsen ABACA Flashcard Repost: Bunda Rovi' Nur A minat order Abaca hubungi: #WA  085878491586

Kim Burnim: Of course. The letter c, for example, sometimes stands for the same sound as the letter k, as in the word “cat,” and sometimes stands for the same sound as the letter s, as in the word “city.” The most common sound for the letter c is the “k” sound, so that’s what we teach children first. Another example is the letter a—sometimes it represents the short a sound, as in the word “cap,” and sometimes it represents the long a sound, as in the word cape. We usually teach the short a sound first, because that’s more common, and then teach the long a sound later on.
Recently, the National Reading Panel, composed of experts in the field of literacy, was asked by the United States Congress to examine the research on the teaching of reading. A subgroup of the National Reading Panel reviewed 38 studies to determine what the research says about the teaching of phonics. To ensure the soundness of its findings, the National Reading Panel chose to review only studies that met rigorous criteria for research studies.
Jaman suami pertama beli buku-buku ini yaitu 8 tahun lalu, belum ada versi audionya, jadi waktu itu saya yg kebetulan dah punya sedikit basic bahasa Inggris, karena kuliahnya di twinning program (lumayan bisa reading, writting, speaking bahasa Inggris secara fasih), dan tapi tetap aja plentat plentot belepotan nggak bersih bahasanya, jadi kudu super sabar belajar bersama anak-anak saya lagi, mulai dari lesson 1!! I’m serious! dan sembari mengajar, saya dikoreksi suami, mulai dari pengucapan yang benar, juga cari bahan belajar mandiri punya anak tk-sd (phonics for begginer), jaman dulu saya belum kenal you tube. Kalau sekarang lebih mudah lagi, karena banyak video belajar phonics. Tapi saran saya, stick with 1 modul dan tambahkan supplement yang bisa dimengerti si anak jika dia mengalami kesulitan belajar.
“Mah…ini gimana sih, koq heel di baca hi..il, must dibaca mast, carrot dibaca karet”, dsb dsb. Bisa-bisa anak menjadi mogok belajar! Dalam hal seperti ini, ortu mesti ambil inisiatif! Kita bayangkan sajalah, kita yang sudah gede dan bisa berbahasa bule saja masih merasa stress jika diajak bicara berlama-lama sama orang bule, apalagi anak-anak yang zero English harus seharian di kelas mendengar mengucap dalam bahasa Inggris. Untungnya, suasana belajar di Primary School tidak stressful, sama sekali tak ada paksaan bagi anak-anak untuk bisa ini dan itu. This helps the kids to survive!

The evidence is clear that young children benefit from opportunities to read text that emphasizes letter-sound relationships they have learned to date.11 This reinforces the value of their hard work and of using decoding to read words. Children’s reading opportunities should not be restricted to decodable texts, or those with only letter sounds they have been taught, but such texts should be a regular part of the reading diet. TextProject.org is a great resource for texts, and information about texts, that support beginning readers to learn to decode, without being as boring or unnatural as some decodable texts are.
Synthetic phonics, also known as blended phonics, is a method employed to teach children to read by blending the English sounds to form words. This method involves learning how letters or letter groups represent individual sounds, and that those sounds are blended to form a word. For example, shrouds would be read by pronouncing the sounds for each spelling "/ʃ, r, aʊ, d, z/" and then blending those sounds orally to produce a spoken word, "/ʃraʊdz/." The goal of either a blended phonics or synthetic phonics instructional programme is that students identify the sound-symbol correspondences and blend their phonemes automatically. Since 2005, synthetic phonics has become the accepted method of teaching reading (by phonics instruction) in the United Kingdom and Australia. In the US, a pilot programme using the Core Knowledge Early Literacy programme that used this type of phonics approach showed significantly higher results in K-3 reading compared with comparison schools.[14]
×