In the first 60 lessons, all of Reading Eggs’ books are highly decodable, using words that have been introduced and reinforced by the lessons. The program responds to readers at their level of ability, making it possible for children to consistently read at their own individual level. This is extremely beneficial for their learning and overall confidence.
NAK LANCAR MEMBACA JOM DAFTARKAN ANAK ANDA SEKARANG DI PUSAT DHMK. TEMPOH PEMBELAJARAN SEAWAL 3BULAN TERBUKTI BERKESAN! . . 🎗SUKAR MEMBACA 🎗TIDAK MINAT PADA BUKU 🎗LEMAH DALAM MATA PELAJARAN 🎗MENGASINGKAN DIRI 🎗KURANG FOKUS BILA SESI PEMBELAJARAN 🎗TIADA DAYA SAING 🎗MENGANTUK DI DALAM KELAS . RISAU AKAN ANAK ANDA YANG MASIH TIDAK BOLEH MEMBACA KLIK CHAT KAMI SEKARAN, BIAR KAMI BANTU ANDA . HTTP://WWW.WASAP.MY/+60172330012/DHMK HTTP://WWW.WASAP.MY/+60172330012/DHMK HTTP://WWW.WASAP.MY/+60172330012/DHMK #pusatperkembanganminda #dhmk #slowlearner #study #pusatperkembangan #belajarmembaca #studygroup #maribelajar #pusattusyen #tuitionclass #pandaibelajar #pandaimembaca #pandaimenulis #masalahmembaca #caramudahmembaca #learningprocess #studygroup #dyslexia #autism #tadika #kelaspemulihan #kelasbelajarmembaca #bahasajiwabangsa #lancarmembaca #lancarmenulis #lemahmembaca #lemahmenulis #specialneed #specialneedschildren #ampang - 6 months ago
Let's have our (iya saya dan kalian my dearest muslim sisters) Best Ramadan experience this year inshaAllah! 💕 Yuk belajar bersama membuat Ramadan tahun ini berbeda lebih baik dari sebelumnya (meski kamu ibu dengan to do list dan beban yang nggak pernah berkurang malah bertambah). 💕 Tiap tahun bikin planning Tiap tahun burn out juga akhirnya Tiap tahun sedih nggak bisa melewati Ramadan sesuai impian 💕 Bikin sedih jadinya 💕 Ayo berubah sebelum Ramadan, menata diri secara fisik, menata hati, menata aktifitas, biar nggak overwhelm, and have The Most Connected Ramadan Experience InshaAllah. 💕 Mau saya kasih intipan kalian belajar apa sih? Untuk yang kemarin sudah transfer, hari ini kalian akan masuk ke kelas, dan saya punya warmest welcome untuk kalian 😚 Kelas dimulai Rabu, 10 April 2010 💕 Info detail program: https://greenmommyshop.com/product/kursus-bersiap-ramadan/ 💕 Daftar untuk kursus Di bio 👆 💕💕 Please share, saya pengen banget banyak sisters yang belajar untuk merubah mindset dari ngerasa kewalahan ke jadi empowered dengan segala perannya dan datangnya Ramadan, bukankah begitu juga dengan kalian? 💓 Please tanya teman wanita yang kamu rasa dia butuh/mungkin dia ingin ikutan tapi nggak bisa berinvestasi untuk belajar ini agar bisa saya bantu (FREE), please email saya ke tanyagreenmommy@gmail.com

Andai ya, kita bisa bangun dipagi hari dan berada di tempat yang kita inginkan baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual.⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tapi kita tahu, ini nih mimpi doang. Kenyataannya nggak seperti di IG newsfeed atau youtubers channel. Nggak ada yang namanya bangun dan langsung sukses! Ada perjalanan yang harus ditempuh, ada jalan yang harus dipilih, ada cerita dibalik setiap kesuksesan, dan banyak diantara semua proses ini dilalui dengan rasa sakit dan pergumulan. Ada banyak pilihan yang bikin hidup jadi kacau Dan ada banyak juga pilihan yang tidak mau kita pilih untuk kita jalani. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tapi, Dengan mudahnya kita melihat orang lain yang percaya apa yang kita percayai dan “sukses” menjalaninya atau kira-kira itu yang kita pikirkan. Dan kita pikir semua yang di jalani orang tersebut adalah kesuksesan dalam semalam. Seperti kayak mereka bangun tidur besoknya udah sukses aja! ⠀⠀⠀ Daripada kita mengabaikan fakta bahwa berproses dan melalui perjalanan dan pergumulan itu WAJIB, dan bahkan menyambut peralanan panjang yang pasti akan berliku tersebut untuk inshaAllah bisa sukses nantinya?⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Misalkan kita PILIH lebih siap untuk pilihan terakhir (berjuang)? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Inilah mengapa saya mau sharing pergumulan saya, perjalanan saya dengan sharing Belajar Bersiap Ramadan. Lewat kursus ini, kamu InshaAllah akan berada di jalan menuju kesuksesan Ramadaan sebelum bulannya tiba, dan ketika nanti tiba kita inshaAllah sudah siap luar dalam dan melewati Ramadan yang indah. ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Kelas dimulai Rabu, 10 April 2010 Info detail program: https://greenmommyshop.com/product/kursus-bersiap-ramadan/ Daftar untuk kursus Di link bio
Figure 8. Result of Heuristic Evaluation on General Feedback V. CONCLUSION AND RECOMMENDATION FOR FUTURE STUDY “Bijak Membaca” is an interactive multimedia application that blends the Phonic Reading Technique and Multisensory Approach to improve dyslexics reading skill. Results obtained from Heuristic Evaluation indicate that this application successfully integrates those learning strategies as most of them agree with the content and structure. It shows that this application is designed and arranged in a proper way that suits dyslexics’ preferences. Credit is also given for the use of multimedia elements in this application as its interface design is easy to understand with good navigation arrangement. Generally, most of the evaluators agree that this application can give a significant impact to dyslexics as it is interesting, user-friendly, attractive, supportive, and valuable. “Bijak Membaca” can be an alternative reading tool for dyslexics to improve their reading with the effectiveness of the Phonic Reading Technique and Multisensory Approach. However, there are some improvements that are suggested by the evaluators such as inclusion of all letters instead of critical letters for the dyslexics, different types of exercises in reading activity and entertainment elements. In future, this research can be extended with the inclusion of Intelligent Multisensory Approach as part of the content so that dyslexics can fully utilize their verbal, visual and psycho-motor abilities. REFERENCES [1] R. P. Rachel. “D is for…, Scholastic Parent & Child”, ProQuest Education Journals, 18(2), pp. 93-95, Oct. 2010 [2] C. Singleton. “Understanding Dyslexia”, Lucid Research, 19, Jan. 2003. [3] H. Sampath, J. Sivaswamy and B. Indurkhya. “Assistive System for Children with Dyslexia and Autism”, ACM SIGACCESS Accessibility and Computing, Issue 96, Jan. 2010. [4] L. L. Wah. “Development of Multimedia Learning Resources for Children with Learning Disabilities in an Undergraduate Special Eduction Technology Course”, MDEC, 1(8), 2007. [5] P. Tzouveli, A. Schmidt, M. Schneider, A. Symvonis and S. Kollias. “Adaptive Reading Assistive for the Inclusion of Students with Dyslexia : The AGENT - DSYL Approach”, Eighth IEEE International Conference on Advanced Learning Tecnologies, pp. 167-171, 2008. [6] J. Ohene-DJan and R. Begum. "Multisensory Games for Dyslexic Children", Eighth IEEE International Conference on Advanced Learning Tecnologies, pp. 1040-1043, 2008. [7] S.S.Ismail, R.Ismail E.M.Mohd Mahidin, K.Umar and M.Z.Mohd Yusoff, “E-Z Disleksia For Dyslexic Children”, in Proceedings of Regional Conference on Knowledge Integration in ICT 2010, pp. 435-445, 2010. [8] A. Scruggs. “Effective Reading Instruction Strategies for Students with Significant Cognitive Disabilities” Lynchburg College. [9] N. N. Eliani and A. Othman. “Siri Cepat membaca : Bacalah Anakku”, One-Stop Language & Computer Consultancy, 2011. [10] G. Myles. “Pronounciation Activities in Extensive Reading Classes”, Extensive Reading World Congress Proceeding, 1, pp. 172-175, 2012. [11] I. Zahid and M. S. Omar. “Fonetik dan Fonologi. Malaysia”, PTS Professional, 2006. [12] K. Hamdi and L. Chonlada. “Effects of Intensive Phonics Instruction on Reading and Spelling Attainment of Thai Grade 5 Learners with Reading Difficulties”, The 3rd International Conference on Humanities and Social Sciences, Prince of Songkla University Proceedings-Teaching Techniques, 2011. [13] J. Khakhar and S. Madhvanath. “Jolly mate : Assistive Technology for Young Children with Dyslexia." 12th International Conference on Frontiers in Handwriting Recognition, 5, 2010. [14] R. A. Bolhasan. “A Study of Dyslexia among Primary School Students in Sarawak, Malaysia”, School of Doctoral Studies Journal, 1, pp. 250-265, 2009. [15] L. M. H Abdullah, S. Hisham, and S. Parumo. “MyLexics : An Assistive Courseware for Dyslexic Children to Learn Basic Malay Language”, SIGACCESS ‘09, 2009. 2012 IEEE Colloquium on Humanities, Science & Engineering Research (CHUSER 2012), December 3-4, 2012, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia558
Andai ya, kita bisa bangun dipagi hari dan berada di tempat yang kita inginkan baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual.⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tapi kita tahu, ini nih mimpi doang. Kenyataannya nggak seperti di IG newsfeed atau youtubers channel. Nggak ada yang namanya bangun dan langsung sukses! Ada perjalanan yang harus ditempuh, ada jalan yang harus dipilih, ada cerita dibalik setiap kesuksesan, dan banyak diantara semua proses ini dilalui dengan rasa sakit dan pergumulan. Ada banyak pilihan yang bikin hidup jadi kacau Dan ada banyak juga pilihan yang tidak mau kita pilih untuk kita jalani. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tapi, Dengan mudahnya kita melihat orang lain yang percaya apa yang kita percayai dan “sukses” menjalaninya atau kira-kira itu yang kita pikirkan. Dan kita pikir semua yang di jalani orang tersebut adalah kesuksesan dalam semalam. Seperti kayak mereka bangun tidur besoknya udah sukses aja! ⠀⠀⠀ Daripada kita mengabaikan fakta bahwa berproses dan melalui perjalanan dan pergumulan itu WAJIB, dan bahkan menyambut peralanan panjang yang pasti akan berliku tersebut untuk inshaAllah bisa sukses nantinya?⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Misalkan kita PILIH lebih siap untuk pilihan terakhir (berjuang)? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Inilah mengapa saya mau sharing pergumulan saya, perjalanan saya dengan sharing Belajar Bersiap Ramadan. Lewat kursus ini, kamu InshaAllah akan berada di jalan menuju kesuksesan Ramadaan sebelum bulannya tiba, dan ketika nanti tiba kita inshaAllah sudah siap luar dalam dan melewati Ramadan yang indah. ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Kelas dimulai Rabu, 10 April 2010 Info detail program: https://greenmommyshop.com/product/kursus-bersiap-ramadan/ Daftar untuk kursus Di link bio
In systematic or explicit phonics, students are taught the rules and the exceptions, they are not instructed to memorize words. Memorizing sight words and high frequency words has not been found to help fluency. Put Reading First adds that "although some readers may recognize words automatically in isolation or on a list, they may not read the same words fluently when the words appear in sentences in connected text. Instant or automatic word recognition is a necessary, but not sufficient, reading skill. Students who can read words in isolation quickly may not be able to automatically transfer this "speed and accuracy".[11]
Mengembangkan minat olahraga. Olahraga dan kompetisi penuh dengan gairah dan mengajak anak untuk terlibat secara penuh. Para orangtua selalu bilang bahwa hobi harus dipupuk sejak dini, dan ketertarikan pada olahraga akan terus berlangsung seumur hidup. Anak pertama saya mulai bermain sepakbola sejak usianya 3 tahun. Kini, 9 tahun kemudian, dia tetap rutin pergi berlatih setiap minggunya. Dia bergabung dengan tim sepakbola saat usianya 5 tahun, dan kini dia mewakili tim sepakbola junior di sekolahnya untuk berpartisipasi dalam segala macam kompetisi. Sepakbola telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Rasa cintanya akan sepakbola akan selalu menyertainya hingga dewasa.
LOYALITAS bisa dikatakan hal yang langka saat ini. Tapi bukan berarti kesetiaan seorang pemain terhadap klub tidak pernah ada. Beberapa nama bahkan tak pernah berganti klub sejak memulai kariernya. Siapa saja mereka? 10. PELE (Santos 1956-1974, New York Cosmos 1975-1976) Pele memang mengakhiri kariernya di klub Amerika Serikat New York Cosmos. Namun sebagai pemain, ia lebih dikenal sebagai legenda Santos selama 18 tahun. "Real Madrid menginginkan saya, bersama Manchester United dan Juventus," katanya pada Eurocalcio dalam sebuah wawancara tahun 2009. Pele menambahkan, "Presiden Juventus bahkan hampir mencapai kesepakatan dengan...

Pembelajaran bahasa asing yg paling efektif adalah dg langsung praktik, bukan pasif. Seperti bayi yang selalu diajak ngobrol oleh orangtuanya langsung. Bahkan bayi bule usia 3 tahun sudah tahu cara menerapkan tensis (penggunaan verba yg berubah dg variabel waktu) spt present tense, future tense, past tense meski ga paham grammar. Bandingkan dg anak yg belajar bahasa Inggris di sekolah, selama 3 tahun di SMP masih belum bisa bicara dalam bahasa Inggris, masih kalah dg bayi bule usia 3 tahun? Artinya pendekatan belajar bahasa asing yg dilakukan di sekolah kurang tepat karena bersifat pasif (anak tidak diajak ngobrol) shg anak2 tidak dapat mempraktikkannya.
Figure 5. Drag and Drop Activity Lastly, the reading activity is designed to enforce the Phonic Reading Technique with the application of the Multisensory Approach. Children need to read the given passage and be guided with pre-recorded voice using the correct Phonic Reading Technique. Users have to link their voice, ears, and eyes to perform this activity. IV. RESULT & FINDING In order to evaluate the interface design and usability aspect of the application, Hueristic Evaluation is conducted. Heuristic Evaluation is an informal usability analysis and it is recommended to be done with between three and five evaluators to view the interface design and give their comments [21]. The evaluators should be experts in Human Computer Interaction (HCI) and other similar project areas. For this study, this evaluation is performed by multimedia lecturers from the Computer Science Department and IT undergraduates who are pursuing a course in HCI (Multimedia). The reason of choosing those students as evaluators is to acquire their feedbacks and comments based on their theoretical and practical knowledge in HCI.Their task is to look into the adaptation of learning strategies and multimedia content in “Bijak Membaca”. They are given a set of questionnaires that consists of five sections. The criteria that need to be evaluated are i) content and structure (adaptation of phonic reading and Multisensory Approach), ii) interface design, sound, navigation (multimedia elements), and iii) general feedback about the application. The scale used is from 1 to 5. Table 1 shows the scale with the description that is included in the questionnaires. TABLE 1: RANK OF ANSWERS Rank Value Strongly Agree 5 Agree 4 Neutral 3 Disagree 2 Strongly Disagree 1 Figure 6 shows the result of the Heuristic Evaluation based on the content and feedback on structure. The result shows that most of the evaluators agree that this application is well designed with understandable content (mean=4.67) and reading technique (mean= 4.5), and suitable multisensory activities (mean=4.83). Figure 6. Result of Heuristic Evaluation on Content and Structure Based on the feedback shown in Figure 7, multimedia elements are designed and integrated very well as most of them agree with the interface design (mean=4.67), sound (mean=4.73), and navigation (mean=4.1) of the application. Figure 7. Result of Heuristic Evaluation on Multimedia Interactivity General feedback results (refer to Figure 8) obtained from this evaluation show that “Bijak Membaca” is accepted as an interesting (mean=4.33), user-friendly (mean=4.00), and attractive (mean=4.33) tool. It is also evaluated as valuable (mean=4.67) and supportive (mean=4.67). 2012 IEEE Colloquium on Humanities, Science & Engineering Research (CHUSER 2012), December 3-4, 2012, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia557
Mengenalkan sesuatu perlu proses yang urut, jika menginginkan hasil yg baik. Kalo mau mengenalkan makanan padat pada bayi, maka prosesnya harus diawali dg makanan yg encer sekali hampir spt air, lalu ditingkatkan lagi kepadatannya sampe bayi dapat mengunyah dan mencerna makanan padat dg baik. Tidak mungkin kita kenalkan makanan padat langsung tanpa proses pengenalan makanan yg lebih lunak dulu karena pencernaan bayi bisa bermasalah.
Mengaitkan Fonetik Menjadikan anak Anda kecanduan fonetik sejak dini adalah salah satu kunci keberhasilan akademisnya. Beberapa orang tua khawatir bahwa terlalu dini untuk mengibuli anak-anak mereka, tetapi ini merupakan masalah filosofis dasar. Membaca tidak boleh dianggap sebagai pemaksaan dalam kehidupan seorang anak melainkan sebagai kunci untuk kebahagiaannya.
Ini salah satu pertanyaan berulang dari teman-teman yang penasaran, gimana caranya saya yang bukan Native English Speaker bisa ngajarin anak-anak kami membaca, menulis, berbicara (yg ini juga didukung pembiasaan, di rumah kita pakai bahasa Inggris sebagai bahasa utama dan suami wna but not native English speaker juga lho, he’s Danish!, but to tell the truth, dulunya suami kerjanya di LN terpisah dari kita-kita (anak dan istri) yang seringan di Indonesia).
Media ini juga merupakan media belajar yang interaktif, ananda dan orang tua akan menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan, ananda akan ditanya huruf dan akan mendapatkan reward jika bisa menghafal/menyebutkannya. Proses "fun learning" ini yang akan menumbuhkan semangat dan minat belajar anak. proses belajarpun menjadi lengkap krn anak turut ikut serta dlm belajar dg menggunakan semua indra yg dimilikinya, mereka akan ditanggapi&menanggapi materi yg dipelajarinya, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar dlm diri anak.
Synthetic phonics, also known as blended phonics, is a method employed to teach children to read by blending the English sounds to form words. This method involves learning how letters or letter groups represent individual sounds, and that those sounds are blended to form a word. For example, shrouds would be read by pronouncing the sounds for each spelling "/ʃ, r, aʊ, d, z/" and then blending those sounds orally to produce a spoken word, "/ʃraʊdz/." The goal of either a blended phonics or synthetic phonics instructional programme is that students identify the sound-symbol correspondences and blend their phonemes automatically. Since 2005, synthetic phonics has become the accepted method of teaching reading (by phonics instruction) in the United Kingdom and Australia. In the US, a pilot programme using the Core Knowledge Early Literacy programme that used this type of phonics approach showed significantly higher results in K-3 reading compared with comparison schools.[14] 									

Kreativitas dan Imajinasi penting dalam perkembangan anak dan menyenangkan keluarga. Cari printables pendidikan menyenangkan, kerajinan keluarga, kerajinan liburan, resep makanan menyenangkan dan grafik hadiah untuk anak-anak. Di sini, di Zoom Ziggity kita mencoba untuk menggabungkan menyenangkan dalam segala macam kegiatan keluarga kreatif termasuk ...

BELAJAR MEMBACA ITU ADA TAHAPANNYA LHO BUN.. Bunda, pernah bingung ngajari anak belajar membaca?? Sudah diulang-ulang tapi lupa lagi, lupa lagi?? Bikin pusing bunda yang ngajari ya.. Padahal kemampuan MEMBACA itu sangat penting. Kan membaca itu merupakan jendela dunia. Setuju?? Tapi bunda ga perlu khawatir. Gak perlu risau jika menemui kendala dalam mendampingi anak belajar membaca. Karena belajar membaca itu memang ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Semuanya butuh proses dan ada tahapan-tahapannya. Tidak bisa anak begitu diberi buku langsung bisa membaca. Atau begitu dibacakan cerita anak langsung bisa membaca. Karena membaca merupakan ketrampilan yang memerlukan latihan. Beberapa tahapan belajar membaca : 1. Mengenal nama huruf (sebagian ada yg menggunakan metode kenal suku kata dulu) 2. Memahami ilmu fonik (bunyi huruf jika bertemu dengan 1 huruf lainnya) seperti ba, ca, fa, ga 3. Memahami cara membaca kata sederhana seperti ka-la, sa-ma dll 4. Memahami cara membaca kalimat sederhana dengan terpatah-patah 5. Bisa memahami cara membaca huruf berakhiran konsonan 6. Mampu membaca kata yang lebih kompleks 7. Dapat membaca kalimat yg lebih kompleks gabungan akhiran konsonan dan vokal secara pelan2. Contoh rubah lari, susu enak, gerak gerik, dll. 8. Bisa membaca cerita sederhana secara terpatah2 (belum lancar). 9. Membaca cerita sederhana secara lancar, tapi belum bisa memahami makna yg dibacanya. 10. Memahami cerita yg dibacanya dg baik. Untuk mengiringi tahapan perkembangan membaca pada anak, Abaca Flash Card merupakan solusi yang tepat. Di dalam Abaca Flash Card memiliki keteraturan pola yang mudah diingat oleh anak dalam belajar membaca. Selain itu terdapat pula permainan yang bagus, bersifat interaktif, melibatkan banyak indra serta mampu mengembangkan imajinasi anak. Itulah sebabnya penting untuk menggunakan Abaca Flash Card sebagai media belajar tahap awal sebelum menggunakan buku. Media Abaca Flash Card cocok untuk digunakan karena sangat ramah untuk otak anak dan tentu saja memahami kebutuhan serta perkembangan anak-anak. Tunggu apalagi Bunda,,, Yuk dampingi tahapan belajar membaca ananda dengan media yang berkualitas. Apalagi kalau buka


The breed has a strong and stocky build, small head with a straight profile, and a neck set low out of the chest. The Konik has a deep chest, a thick mane, and the hair coat is blue dun, often colloquially called "mouse-gray". The Konik is short in height, ranging from 130–140 cm (12.3–13.3 hands).[1] Minimum heartgirth measurement is 165 cm (65 in), and minimum cannon bone measurement 16.5 cm (6.5 in) for mares, 17.5 cm (6.9 in) for stallions.[2] Weight is 350–400 kg (770–880 lb).[3]
Long vowels have the same sound as the names of the vowels, such as /eɪ/ in bay, /iː/ in bee, /aɪ/ in mine, /oʊ/ in no, and /juː/ in use. The way that educators use the term "long vowels" differs from the way in which linguists use this term. Careful educators use the term "long vowel letters" or "long vowels", not "long vowel sounds", since four of the five long vowels (long vowel letters) in fact represent combinations of sounds (a, i, o, and u i.e. /eɪ/ in bay, /aɪ/ in mine, /oʊ/ in no, and /juː/ in use) and only one consists of a single vowel sound that is long (/iː/ in bee), which is how linguists use the term. In classrooms, long vowels are taught as having "the same sounds as the names of the letters". Teachers teach the children that a long vowel "says" its name.
Kim Burnim: It’s a complicated-sounding phrase for something that’s really very simple: the ability to identify separate sounds in words. For example, when you hear the word “cat,” you probably can identify three different sounds in that word—the sound of the c, the sound of the a, and the sound of the t. Or to put it another way, you are aware of three different sounds. Language experts call each of the different sounds that appear in spoken words phonemes, so when you can identify the three phonemes in the word “cat” you are showing that you have phonemic awareness.
×