Membujuk seorang anak pada fonik membutuhkan pendekatan yang disengaja dan dipelajari, itulah sebabnya mengapa yang terbaik bagi orang tua adalah bekerja dengan seorang penasihat atau membeli paket fonik dari salah satu pemimpin dalam materi pendidikan. Para penulis dan ilustrator yang merancang manual ini memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengajar anak-anak membaca, sehingga mereka dapat dipercaya sebagai otoritas (tidak seperti beberapa sistem sekolah). Banyak perusahaan fonik menunjukkan tingkat keberhasilan yang luar biasa, sering kali setinggi 85 atau 90 persen yang diukur oleh orang tua sendiri.

... Some studies incorporate phonics reading technique in their application. Created in Malay language, Ahmad, et al. [19] developed " Bijak Membaca " , an application for dyslexic children which applies Phonic Reading Technique and multisensory approach with interactive multimedia, such as text, graphics, video, and animation. Evaluated using Heuristic approach, this application is considered success in integrating all of learning strategies mentioned before. ...

Reading Rockets is a national multimedia project that offers a wealth of research-based reading strategies, lessons, and activities designed to help young children learn how to read and read better. Our reading resources assist parents, teachers, and other educators in helping struggling readers build fluency, vocabulary, and comprehension skills.
ADA TAHAPAN ANAK BISA MEMBACA SETELAH KENAL HURUF (SUKU KATA) JADI....TIDAK OTOMATIS BISA BACA Mungkin kita berpikir jika anak sudah tahu huruf a sampai z atau sudah kenal suku kata berarti dia sudah bisa baca.. Eit..tunggu dulu ya.. Jika kita berpikir demikian maka, sakit hatilah yg didapatkan ketika anak kita sudah hafal huruf dan kenal suku kata ternyata ketika disodorkan buku kepadanya dia belum bisa membaca..bisa2 kita salahkan media belajar membacanya.. Sabar ya... Ada tahapannya seorang anak dapat menguasai ketrampilan membaca, dan pembimbing/orang tua wajib mengetahui ini. Yaitu : 1. Setelah anak hafal semua suku kata, maka ajari dia teknik membaca yaitu dg menjejerkan kartu. Jadi, SALAH BESAR jika meyakini anak yg telah mengetahui suku kata akan otomatis tahu cara membacanya. Teknik membaca bisa diajarkan melalui teknik jejer kartu. Dimulai dg yg mudah dulu (2 kartu), lalu meningkat menjadi 3 kartu (membentuk kalimat). 2. Setelah anak mahir membaca dg teknik jejer kartu, baru kenalkan buku. Carilah buku yg penyusunannya sistematis, dan memahami level kesulitan anak serta perhatikan cara penyajian buku tsb, apakah pantas digunakan utk pemula? Anak2 tertentu, akan menolak buku (umumnya ketika usia di bawah 6 atau 7 tahun). Sebab, dalam satu halaman buku memuat terlalu banyak simbol abstrak (huruf) yg membuat anak susah fokus dan terbebani. Namun beban ini, akan berkurang seiring dg meningkatnya usia anak. Semakin matang seorang anak, semakin siap dia belajar membaca bahkan mampu beralih dari flashcard ke buku belajar membaca. Jadi utk sampai pada tahapan bisa membaca sendiri ada tahapannya. Begitu jg dg kemampuan menulis (bukan menebalkan huruf, tapi menulis tanpa menyontek), yg tidak otomatis dikuasai oleh anak yg bisa membaca (pemula). Kalopun ada sebagian anak yg mampu, jumlahnya sangat kecil. Karena utk sampai pada tahapan bisa menulis, anak harus dapat "memvisualisasikan" tulisan atau huruf2 yg terlibat dalam kata dan tahu cara menulisnya. Sumber : Diena Ulfaty, founder, owner & produsen ABACA Flashcard Repost: Bunda Rovi' Nur A minat order Abaca hubungi: #WA  085878491586
×