To understand the big picture, children must understand other concepts of print as well. Concepts of print are the many understandings about how print works, including that print serves specific purposes (e.g., to help us remember or to entertain us); that print is language written down; and that, in English, we read from left to right and from the top of the page to the bottom. All of these and other “mechanics” about how print works are important to learn alongside letters and sounds.
In systematic or explicit phonics, students are taught the rules and the exceptions, they are not instructed to memorize words. Memorizing sight words and high frequency words has not been found to help fluency. Put Reading First adds that "although some readers may recognize words automatically in isolation or on a list, they may not read the same words fluently when the words appear in sentences in connected text. Instant or automatic word recognition is a necessary, but not sufficient, reading skill. Students who can read words in isolation quickly may not be able to automatically transfer this "speed and accuracy".[11]

Saya telah mengikuti dan mendalami perkembangan kaedah Phonics sejak tahun 1995. Sistem Phonics telah lama diperkenalkan diTabika dan Pusat pendidikan swasta diNegara ini. Yuran kebiasaannya tinggi dan luar dari kemampuan sebilangan masyarakat kita. Kanak-kanak dari luar bandar cerdik tetapi tidak berpeluang belajar Bahasa ini dengan mudah. Atas kesedaran ini, saya ingin berkongsi pengalaman saya bagaimana kita sendiri dapat membantu anak mahir membaca Bahasa Inggeris dari rumah.
Pada bulan Mei 2009, kami merilis Membaca Starfall TK dan Bahasa Kurikulum Arts. Metode pengajaran kami memotivasi anak dalam suasana imajinasi dan antusiasme, memberikan kesempatan bagi anak-instruksi diarahkan, dan mendukung pelajar bahasa Inggris dan pembaca berjuang belajar bersama rekan-rekan mereka. Silakan kunjungi Toko Starfall untuk murah lainnya jurnal dan buku phonics paralel website ini.
In the articles below, you will get answers to these questions and more. You will learn the facts about phonics, why learning phonics is important for your child, how to tell if your child’s teacher includes phonics in his beginning reading program and what the most recent research on phonics says. You can also test your own phonics knowledge with our phonics quiz and explore further resources on phonics.
Here, you will find free phonics worksheets to assist in learning phonics rules for reading. These free worksheets are printable and designed to accommodate any lesson plan for reading that includes phonics. Conveniently organized by the skills covered, these worksheets come with answer keys. You may print the worksheets from either PDF or JPEG versions and provide them to your children or students.
"Overall we conclude that the synthetic phonics approach, as part of the reading curriculum, is more effective than the analytic phonics approach, even when it is supplemented with phonemic awareness training. It also led boys to reading words significantly better than girls, and there was a trend towards better spelling and reading comprehension. There is evidence that synthetic phonics is best taught at the beginning of Primary 1, as even by the end of the second year at school the children in the early synthetic phonics programme had better spelling ability, and the girls had significantly better reading ability."
Itulah cara mengajarkan anak membaca 3 huruf dalam bahasa inggris. Nanti saya juga akan menjelaskan bagaimana mengajarkan anak mengenal sight words dan early grammar kepada anak ya mom. Jika, ada yang mommy belom mengerti atau ingin tahu lebih jelas dapat memberi komentar yah mom . Jangan lupa share ya jika menurut mommy artikel ini sangat membantu dan berguna agar, mommy  yang lain juga tahu bagaimana mengajarkan anak mereka membaca menggunakan phonic sound.
In 2017, research published in the Journal of Experimental Psychology has shown that learning to read by sounding out words (i.e. phonics) has a dramatic impact on the accuracy of reading aloud and comprehension. [34] It concludes that early literacy education should focus on the systematic approach in "print-to-sound relationships" in alphabetic languages, rather than teaching "meaning-based strategies", in order to enhance both reading aloud and comprehension of written words.
The American Federation of Teachers is a union of professionals that champions fairness; democracy; economic opportunity; and high-quality public education, healthcare and public services for our students, their families and our communities. We are committed to advancing these principles through community engagement, organizing, collective bargaining and political activism, and especially through the work our members do.
Apa artinya terhubung dengan Allah menurutmu? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ini topik yang sering dibicarakan, tapi pernah nggak kita bertanya, juga, seperti apa sih? Saya juga iya punya tanya yang sama. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Apa artinya connection itu? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Bagaimana kita tahu ketika kita terhubung dengan Allah. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ada nggak tanda, atau rasa, yang kita alami ketika kita terhubung dengan Allah SWT? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya share apa artinya buat saya di comment bawah ya.. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Dan buat kamu? apa menurutmu arti terhubung dengan Allah?
Dalam bahasa Indonesia, huruf X dipakai dalam istilah yang diserap dari bahasa asing. Bagi kata-kata yang mengandung huruf "x" di awal kata seperti xilofon, xenon, xenia, huruf x dieja menjadi "s" sehingga dibaca silofon, senon, senia. Sedangkan kata yang mengandung huruf "x" di tengah atau akhir kata seperti taxi, extra, sinar-x maka dieja menjadi "ks" sehingga dibaca taksi, ekstra dll.
For key words to do their job, children must be able to separate the first sound in the word from the rest of the word (e.g., to separate the /b/ from the /all/ in ball). Ideally, children develop this skill, called initial phoneme segmentation, during or before the prekindergarten year. However, not all children meet this expectation. Fortunately, you can work on this skill while teaching the alphabet, including alphabet key words. Research strongly suggests that phonemic awareness (conscious awareness of the individual sounds in spoken words—for example, recognizing that sheep has three sounds: /sh/, /ee/, and /p/), although an entirely oral skill, is actually best developed with accompanying letters. This initial phoneme segmentation issue is also why you should be judicious about using alphabet key words that begin with blends (two consonant letters pronounced in succession in a syllable, such as dr in drum); it is especially difficult for young children to separate the initial phoneme in a blend.
✓15. Membaca membuat anak Anda lebih pintar, secara harfiah! Itu adalah fakta yang dikemukakan oleh periset Cunningham dan Stannovich dalam laporan mereka berjudul What Reading Does for the Mind. Dalam penelitian mereka, mereka juga menyatakan bahwa membaca tidak hanya meningkatkan kecerdasan Anda, bahkan bisa "membantu anak-anak mengimbangi tingkat kemampuan kognitif yang sederhana."
English has absorbed many words from other languages throughout its history, usually without changing the spelling of those words. As a result, the written form of English includes the spelling patterns of many languages (Old English, Old Norse, Norman French, Classical Latin and Greek, as well as numerous modern languages) superimposed upon one another.[7] These overlapping spelling patterns mean that in many cases the same sound can be spelled differently and the same spelling can represent different sounds. However, the spelling patterns usually follow certain conventions.[8] In addition, the Great Vowel Shift, a historical linguistic process in which the quality of many vowels in English changed while the spelling remained as it was, greatly diminished the transparency of English spelling in relation to pronunciation.
Dalam perkembangannya multimedia memiliki peranan dalam kehidupan manusia terutama pada anak-anak. Perkembangan teknologi multimedia membuka potensi besar dalam perubahan cara belajar, cara memperoleh informasi dan sebagainya. Demikian pula bagi para anak-anak,dengan adanya aplikasi multimedia interaktif diharapkan mereka akan lebih mudah menentukan dengan cara apa dan bagaimana menyerap informasi yang disampaikan secara cepat dan efisien. Sumber informasi dan ilmu yang mereka peroleh tidak lagi hanya terpaku pada buku tetapi lebih luas dan beraneka ragam. Apalagi dengan adanya jaringan internet yang akan membuat kemudahan dalam memperoleh informasi yang diperlukan.
Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Kajian selanjutnya dalam latihan fonik perlu memperbaiki cara laporan prosedur pengagihan peserta kepada kumpulan dan bagaimana pengkaji memastikan peserta tidak tahu bahawa mereka dalam kumpulan ‘eksperimen’ atau kumpulan ‘kawalan.‘ Kajian juga perlu melaporkan dengan jelas tentang bagaimana pengkaji memastikan mereka yang mengukur kemajuan membaca kanak‐kanak tidak tahu samada mereka dalam kumpulan latihan fonik atau tidak.
This principle was first presented by John Hart in 1570[1]. Prior to that children learned to read through the ABC method, by which they recited the letters used in each word, from a familiar piece of text such as Genesis. It was John Hart who first suggested that the focus should be on the relationship between what are now referred to as graphemes and phonemes.
Kajian selanjutnya dalam latihan fonik perlu memperbaiki cara laporan prosedur pengagihan peserta kepada kumpulan dan bagaimana pengkaji memastikan peserta tidak tahu bahawa mereka dalam kumpulan ‘eksperimen’ atau kumpulan ‘kawalan.‘ Kajian juga perlu melaporkan dengan jelas tentang bagaimana pengkaji memastikan mereka yang mengukur kemajuan membaca kanak‐kanak tidak tahu samada mereka dalam kumpulan latihan fonik atau tidak.
Lagipula, kita tidak bisa menafikkan gempuran arus teknologi dan informasi jaman now yang begitu luar biasa. Setelah melakukan diskusi dengan suami, akhirnya mau tidak mau kami tetap memberi kesempatan anak-anak untuk menonton youtube dengan berbagai aturan ketat yang musti dipenuhi. Salah satunya mengenai durasi serta kanal apa yang boleh ditonton olehnya.
Dimulai dengan berjalan dengan mulus, bersemangat, rasanya tidak akan ada yang bisa menghalangimu kemudian kamu tersandung dab jatuh dengan keras! Dan berhenti Kamu pasti tahu masalah dibulan Ramadan yang seperti ini, saya juga. Iya, Niat kita itu baik. Kita punya rencana yang solid dan rasanya super organized. Tapi ada sesuatu yang tidak kita tindak lanjuti dan kemudian Ramadan bergulir tidak seperti yang ktia bayangkan di awal. . Jika konsistensi adalah perjuangan mu di luar Ramadan, Punya to do list itu BAGUS! Tapi ini bukan SOLUSI (I’ve been there) Seandainya, tahun ini, Daripada fokus ke rencana yang super rapi, Tapi pindah Fokus ke si wanita dibalik to do list tersebut Pasti kamu akan berubah! Ini yang akan saya sharing di kelas Bersiap Ramadan nanti Kenapa? Karena wanita yang berada di dalam dirimu itu secara BESARRR memengaruhi bagaimana kamu berada di luar. Ayo belajar untuk konsisten! Daftar: http://bit.ly/kelassiapramadan link bio 👆⠀⠀⠀⠀
Kim Burnim: Of course. The letter c, for example, sometimes stands for the same sound as the letter k, as in the word “cat,” and sometimes stands for the same sound as the letter s, as in the word “city.” The most common sound for the letter c is the “k” sound, so that’s what we teach children first. Another example is the letter a—sometimes it represents the short a sound, as in the word “cap,” and sometimes it represents the long a sound, as in the word cape. We usually teach the short a sound first, because that’s more common, and then teach the long a sound later on.
Besarnya tekanan dikehidupan yang bisa kamu handle itu punya dampak yang sangat besar ke kehidupanmu, mau itu pribadi atau bisnis. Agree? #realitycheck Bisnis mau sukses besar? jg kudu tahan dengan tekanan yang besar Mau kebun organik besar kudu tahan berpanas-panasan tambah lama dengan resiko kulit tambah hitam Mau punya lebih banyak ilmu, kudu tahan dengan besarnya tekanan mata ngantuk atau menjalani rutinitas belajar Mau punya hati yang luas, kudu tahan dengan besarnya tekanan cobaan hati The reality is that you get paid for how much pressure you can handle...successfully. #greenmommystory I work or do high energy activities seperti kuli 16 hours a day no nap, non stop Most of the kinda relax days I work 14 hours minimum That is for the past 2 decades sejak jadi orang dewasa Kalau flash back dan melihat orang muda sekarang Kalian punya sangat banyak kesempatan untuk menjadi lebih sukses Tapi Kudu kuat dengan besarnya tekanan dikehidupan Semakin besar, inshaAllah semakin bikin kamu sukses Bear in mind: Define success (its not mere money)
In the field of beginning reading, there are two basic schools of thought in the U.S. today. One emphasizes "whole language" teaching, which relies on teaching a lot of reading; the other emphasizes phonics, teaching how letters and syllables correspond to sounds. Phonics instruction may be especially difficult in English, since English has the most difficult spelling of any Western language. Consider the various ways we create the f *sound in *cough, photo, *and *giraffe, or the sh sound in special, issue, vicious, *and *portion, or the k sound in tack, quite, and shellac, and how we pronounce the o in do, core, lock, *and *bone, or the ea in lead, ocean, idea, and early. Teaching phonics obviously isn't an easy job, but it's probably an important one.

isvankids memberikan sebuah kurikulum aktifitas yang lengkap untuk menginspirasi anak-anak dengan permainan terbaik. Kegiatan belajar dan bermain bersama isvankids merupakan sebuah langkah awal untuk anak-anak Anda dalam mencapai kesuksesan mereka di masa depan. Aktivitas belajar yang interaktif menjadi dasar kami dalam melatih dan Meningkatkan kemampuan anak Anda untuk dapat berkomunikasi secara efektif.

Yakin, anak akan bisa membaca dengan sendirinya jika sudah tiba waktunya??? Kapan??? Fyi, moms, jika memang anak akan bisa membaca dengan sendirinya jika sudah waktunya tanpa perlu distimulus maka pasti ga ada yg namanya buta huruf. Iya kan? Masuk logika ga??? Think! Pada kenyataannya, banyak kan orang dewasa atau orangtua pada zaman ini yg masih buta huruf. Ada juga yg baru belajar huruf/membaca. Kenapa? Think! Karena membaca itu adalah sebuah keterampilan, yang untuk menguasainya perlu latihan. Nah, sebelum latihan, distimulus / dirangsang dulu agar otak anak mulai terbiasa melihat/berinteraksi dengan huruf/simbol. Tentu dengan memperhatikan kesiapan anak ya moms.. Jika ditemukan tanda anak belum siap belajar simbol/huruf, maka ditunda dulu belajarnya, tes lagi 4 Bulan kemudian. Sudah tercerahkan? Atau masih ada yg mengganjal?? *By: Bunda Qoty Intan Zulnida Yuk wa saya di 085878491586 untuk chit-chat lebih lanjut. 😉
Sight words and high frequency words are associated with the whole language approach which usually uses embedded phonics. According to Put Reading First from the National Institute for Literacy,[11] embedded phonics is described as indirect instruction where "Children are taught letter-sound relationships during the reading of connected text. (Since children encounter different letter-sound relationships as they read, this approach is not systematic or explicit.)".
Salah satu metode yang dapat dipakai serta disarankan saat ini adalah phonics. Suatu sistem pengajaran membaca dimana anak menyeruakan bunyi dari huruf yang ada. Contoh, huruf 'L' disuarakan dengan 'el', 'O' dengan 'Oh', dan 'G' dengan 'Geh', untuk membentuk satu kata LOG. Metode ini sudah dipakai Montessori lebih dari 100 tahun lalu, "papar Erlin Paulina Tambunan, staf pengajar di Ceria Montessori International School, Simpruk Jakarta Selatan.
Halo, Ayah & Bunda! Mari manfaatkan penawaran khusus kami! Berikan pengalaman belajar yang bermanfaat dan menyenangkan bagi putra putri anda, melalui program-program kursus yang kami sediakan! Yuk, persiapkan putra putri kita dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk masa depan!!! #homeyEnglishcourse #kursusseninomor1 #caramudahmembaca #matematikasakamoto - 2 months ago
Kebanyakan penulisan kata Bahasa Inggris berbeda dengan cara pengucapannya. Manfaat metode fonik ini adalah anak Anda bisa merangkai pengucapan kosakata Bahasa Inggris dengan baik dan benar berdasarkan bunyi yang telah dipelajari. Jika Anda terus menggunakan metode fonik ini, anak Anda bisa merangkai bunyi-bunyi huruf sampai si kecil dapat membaca kalimat dalam Bahasa Inggris. Berikan latihan membaca berupa kata-kata pilihan atau kalimat sederhana untuk melatih mereka membunyikan kata-kata atau kalimat tersebut. Lakukan secara rutin sampai anak Anda membaca dengan lancar.
Figure 1: Design of “Bijak Membaca” Figure 2 depicts the contents of the interactive multimedia application that applies learning strategies which are the Phonic Reading Technique and Multisensory Approach. Figure 2. Adaptation of Learning Strategies Researchers incorporate the first module with the Phonic Reading Technique, which involves letters, syllables, words, and sentences. Dyslexics have a few critical letters that they are confused with. These critical letters are b, d, m, n, p, q, u, and w [20]. Dyslexics are usually confused with small letters, and therefore a decision is made to integrate a letter with a picture to ensure that they recognize the letter. In the example of the interface design shown in Figure 3, each letter is provided with the letter-sound using the Phonic Reading Technique and embedded with video that shows the pronunciation technique. By using a pointing device, dyslexics can just move over the lettered object to hear the phonic pronunciation. Besides that, the embedded video of each letter can be repetitively played to practice the pronunciation technique. In some ways, it shows that the Multisensory Approach is also applied with the linking of eyes, ears, voice, and hand movements [6]. Figure 3. Letter-sound using Phonic Reading technique interface design As stated earlier in this section, there are three different types of exercises that apply the Multisensory Approach in the “Aktiviti” Module. Firstly, pronouncing activity page (“Latihan Sebut”), helps the user to differentiate the correct pronunciation of each critical letter. Figure 4 shows the interface designs of different categories in “Latihan Sebut”, which are letter, syllable, and sentence. The user has to click on the letter and it navigates to the next screen with the presence of sound. By doing this activity, dyslexics link their sensory organs such as eyes, ears, and hand movements interactively. The reason for developing this page is because dyslexics have problems with reading and recognizing letters. Figure 4. Interface Designs of “Sebut” Activity Secondly, drag and drop activity is chosen to give different interaction styles to dyslexics. The user needs to pick any letter provided and drag it to a correct place, based on the given picture (Figure 5). Besides drag and drop, the user can also click on the syllables to complete the task. These exercises are implemented by adapting the Multisensory Approach as the user needs to synchronize his hand movements by dragging the object to targeted areas with the coordination of his eyes. 2012 IEEE Colloquium on Humanities, Science & Engineering Research (CHUSER 2012), December 3-4, 2012, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia556
Kim Burnim: Prior to phonics instruction children should have many opportunities to listen to and read books. One of the best things that a parent can do is to read with the child every day. This should start at an early age. Many experts believe that it is never too early to read with a child. Even infants benefit from hearing books read out loud. Reading and listening to books helps young children understand important ideas about books that are called concepts of print, such as the fact that you read text front to back, left to right, and top to bottom, and other important features of books. It also introduces them to rich language, which refers to vocabulary words that children might not hear in normal conversation. This is all part of the foundation needed for phonics instruction.
Belajar Melalui Dongeng Setiap malam Arka tak pernah alpa minta dibacakan dongeng pengantar tidur. Malam itu aku bacakan dongeng "Buku Pintar Hijaiyyah Seri 2 berjudul Si Tampan yang Badannya Lumpuh." 💕💞💞 Ia menyimak dengan penuh seksama hingga akhir cerita. Diapun terlelap dalam mimpi indahnya.😴😴 Kejutan buatku siang tadi.Rasanya ingin meneteskan air mata tatkala ia melakukan kesalahan dan menghampiriku. "Bunda,maafkan kesalahan adik ya,minumannya tumpah karna adik tidak hati2" katanya sambil menatapku. 👦👦 Ternyata dongeng yang ia dengar membuat ia berani mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahannya.😍😍 Abaca memang hebat dan bermanfaat. Terima kasih abaca 😘😘

Tipe:BukuHadirin:Anak-AnakGenre:Sastra & BiografiNomor Model:english story booksadult picture books:Quality Color printing BookEnglish picture books:Picture album baby picture book: kids picture bookstattoo picture books:warm pictures storyEducation books:children's picture bookpicture book:school picturetattoo picture book :english picture books for kidskids picture books :Soft Cloth books

Tak takut kalah dan berani menghadapi masalah. Bagaimanakah cara menumbuhkan EQ anak? Sebenarnya, olahraga dan kompetisi adalah waktu yang tepat untuk memupuk EQ. Olahraga kompetitif adalah perihal menang atau kalah. Semakin awal anak-anak menghadapi kemenangan atau kekalahan, maka akan semakin banyak keuntungan yang mereka dapatkan perihal persaingan sehat. Tak masalah jika mereka kalah, yang terpenting adalah untuk terus mencoba. Anak-anak yang memiliki karakter kuat akan lebih tenang menerima keputusan menang/kalah jika mereka tahu bagaimana rasanya gagal dan air mata. Hasilnya, anak-anak akan lebih siap menerima kegagalan di masa depan.
Therefore, phonics instruction plays a key role in helping students comprehend text. It helps the student map sounds onto spellings, thus enabling them to decode words. Decoding words aids in the development of word recognition, which in turn increases reading fluency. Reading fluency improves reading comprehension because as students are no longer struggling with decoding words, they can concentrate on making meaning from the text.
In the field of beginning reading, there are two basic schools of thought in the U.S. today. One emphasizes "whole language" teaching, which relies on teaching a lot of reading; the other emphasizes phonics, teaching how letters and syllables correspond to sounds. Phonics instruction may be especially difficult in English, since English has the most difficult spelling of any Western language. Consider the various ways we create the f *sound in *cough, photo, *and *giraffe, or the sh sound in special, issue, vicious, *and *portion, or the k sound in tack, quite, and shellac, and how we pronounce the o in do, core, lock, *and *bone, or the ea in lead, ocean, idea, and early. Teaching phonics obviously isn't an easy job, but it's probably an important one.
Ara contohnya, yg imajinasinya langsung "on" ketika membuka paket hijaiyah seri 2 permen pizza. Saking larutnya dalam game pesta permen pizza, Ara tidak mau acara gamenya diinterupsi dg cerita, jadi setiap melewati 'buku ajaib', Ara langsung lanjut jalan tanpa mau berhenti di kotak itu. Dia terobsesi dg rumah beratap melengkung yg dapat mengeluarkan soal2 hijaiyah yg lucu2. Iya soalnya lucu2, makanya yg main abaca jadi suka dan ketagihan. Ara baru terhenti di kotak 55 setelah berpetualang dg asyiknya non stop selama 2 jam. Emaknya ikut ngos2an sampe nggak sempat packing. Asyik ya? Pernahkah Anda melihat seorang anak yg energinya terfokus pada belajar? Dan jika ada banyak anak seperti Ara, Indonesia akan menjadi negara yg maju karena generasi mudanya cinta belajar. Inilah misi abaca. Menyulap anak Indonesia cinta belajar dg metode yg ramah otak dan sesuai psikologi anak.
Memperkuat tubuh dan membentuk kebiasaan berolahraga. Kesehatan fisik adalah faktor penting bagi perkembangan anak. Anak bisa tumbuh sehat saat mereka melawan penyakit. Orangtua merasa sangat khawatir saat anak mereka sakit. Selain memberikan nutrisi yang tepat, maka cara lainnya untuk memperkuat daya tahan anak adalah lewat olahraga. Latihan fisik sangatlah membantu pertumbuhan tulang dan perkembangan syaraf anak, serta meningkatkan koordinasi fisik dan mengendalikan berat badan mereka secara efisien.
Banyak bahan-bahan rujukan yang mudah dilayari online dan percuma, bentuk aktiviti bersesuaian mengikut umur serta minat anak anda yang akan dapat membantu. Pastikan aktiviti yang dipilih adalah bagi tujuan anak anda belajar mengenali nama dan sebutan huruf dalam abjad sahaja dulu (bukan aktiviti rangkaian lagu-lagu ABC Phonics).  Sila layari laman-laman seperti contoh dibawah;
Siapa yang tidak ingin anaknya jago ngomong Bahasa Inggris? Semua orang tua pasti menginginkannya bukan? Sekaraag ini, Bahasa Inggris sudah menjadi second language bagi anak-anak di kota besar sepertiJjakarta. Mereka terbiasa berbicara dalam bahasa inggris karna disekolah bahasa yang dipakai adalah Bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa (verbal) bisa didapat secara natural; yakni melalui mendengar dan praktek langsung. Namun, untuk kemampuan membaca diperlukan latihan dan pengajaran terhadap si anak. Intinya kemampuan membaca itu tidak bisa datang begitu saja.

Phonics instruction must be informed by our ongoing observation and assessment of children’s phonics knowledge and word-reading skills. We should respond when we notice that a child is confused, is insecure with a particular skill, or has had a major breakthrough. If we are not responsive to our students, some students are likely to be left behind in their word-reading development.


Phonics curriculum usually starts with teaching letters, slowly creating a working knowledge of the alphabet. Children learn the sounds of each letter by associating it with the word that starts with that sound. Phonics skills grow through reading activities, and students learn to distinguish between vowels and consonants and understand letter combinations such as blends and digraphs.
×