SAYA BINGUNG DAN SULIT UNTUK MENGERTI APA YANG MOM DEASI SHARING, Bear with me ya,... Tahan dulu binggungnya... Kita binggung karena memang nggak tahu jadi nggak bisa menidentifikasi, mau nggak binggung lagi? Baca terus... Siapa yang nggak mau Ramadan yang positif? Kita semua kan berusaha untuk itu 😉 ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tapi realitanya banyak di antara sisters kita yang tidak punya pengalaman Ramadan yang positif bahkan selama bertahun-tahun. Hurtful truth rite? Termasuk juga ada yang nggak punya sama sekali. Tapi,… Siapa juga mau ngomongin tentang hal ini Taboo? Sesuatu untuk disembunyikan Jangan diomongin No one wants to talk about it. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Sekalian deh biar keluar dari dadaku: * Kita, nggak seharusnya merasa seperti ini kan *Kalau ngerasa gini, apa saya muslim yang nggak baik? *Atau apalah lainnya yang bikin kita punya negatif thinking diseputar Ramadan ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Semua kekacauan di kepala ini bikin kita nggak berdaya, merasa tidak berharga, merasa kurang, merasa gagal, saya tunjuk jari untuk diri sendiri kalau saya juga pernah merasa seperti itu atau parahnya lagi, nggak tahu apa yang dirasakan. So far so good kalau kata orang kita. Kayak gini nih seringnya (contoh nyata) Saya: Apa kabarmu? Teman: Alhamdulillah! Saya: Kamu tuh belum jawab tanya saya, saya tahu, kamu bilang All Praise is due to Allah, that's great MashaAllah!, tapi saya kan tanya, gimana kabarmu. Teman: baik-baik saja Saya: ru sure? Teman: iya Saya: dalam hati gemas minta ampun meski tahu keadaannya nggak baik. Takeaways: so many of us, terutama kita, wanita Asia, Indonesia yang merasa nggak tahu cara menggungkapkan rasa, dan lebih parah lagi nggak tahu kalau butuh, dan nggak tahu ini identifikasinya apa. Dan kita terbelengu oleh semua ini, yang ada ujung-ujung meledak dan pun nggak tahu kenapanya dan gimana solusinya. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Karena itu, Program Ramadan ini sesuatu yang berarti sekali buat saya meski saya tahu saya jauh dari sempurna, but at least saya menyadari hal ini. Dan ini untuk membantu utamanya diri saya sendiri, dan sisters lainnya, untuk mengembalikan “positivity” ke Ramadan kita. Karena Ramadan itu untuk semuanya dari Allah. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ayo buat Ramadan yang Positif!

Who's that giiiiirrrrrrrl⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya ngeliat banyak nama baru di online family saya ini 😉 welcooooome! 👋🏾 Jadi, Saya ingin ngasih perkenalan, kali-kali kamu wondering siapa sih wanita ituuuu? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ini sedikit tentang saya:⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya Deasi, Iya nama saya agak aneh dibanding kebanyakan nama Deasi lainnya (spellingnya nyeleneh) Karena itu kependekan dari nama ibu dan nenek (bukan karena Daisy itu bunga). Srihandinya dari Srikandi dengan twist nama kakek (kata nenek agar saya jadi wanita tangguh seperti Srikandi dan selalu ingat dengan keluarganya). Saya dipanggil Srikandi oleh guru PMP ketika di SMP beliau nolak saya pakai nama belakang asli, hanya untuk beliau katanya. I'm forever grateful ke ayah, ibu, nenek karena ngasih nama yang humble. Saya sebenarnya cinta dengan Empowering women 👱🏻‍♀️to Achieve Better Health, Revive Beauty 🌹 & Living a Sustainable Life 🌈✨ dan mungkin dibaliknya banyak yang nggak nyadar kalau saya as much suka dengan sustainability, I love helping Muslim women untuk membuat perubahan positif dikehidupannya (sesuatu yang selalu saya hinting sejak saya ngerti saya butuh untuk berubah). ⠀⠀⠀ Saya punya banyak anak Saya punya co-wives 2, lagi nyari yang terakhir ke 3 (kali ada yang mau daftar jadi sister saya? (for real, like really real!). ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya suka masak tapi nggak suka makan. Saya suka banget sama teh, I loooovvee tea (Especially kalau yang buatin tuh suami, he got tea master talent). ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ I’m in the PROCESS of re-inventing my self! Karena banyak hal yang masih jadi PR to please Allah.⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya suka sekali sama aroma hutan, sampai harus bikin produk aroma hutan buat GMS saking saya nggak bisa selalu cium hutan kalau sedang di kota (agar kangennya terobati).⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya tinggalnya mobile antara Green Mommy Shop dan Farm, dan mimpi untuk bisa tinggal hanya di farm saja. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Sekarang giliran kamu⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Apa arti namamu? Kamu tinggalnya dimana? Dan apa minuman favoritmu?⠀⠀⠀ Saat ini kalian lagi di proses ngapain? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀

To understand the big picture, children must understand the alphabetic principle—how our English system of writing works. The alphabetic principle is simply that visual symbols (letters) represent speech sounds (phonemes). To write the spoken word “dog,” you use alphabetic symbols to represent the speech sounds. We can combine and recombine letter symbols to form words. As odd as it may sound, children can learn letters and even letter sounds in very rote ways without understanding the alphabetic system. When children do not understand the alphabetic principle, they may do the following:
To understand the big picture, children must understand the alphabetic principle—how our English system of writing works. The alphabetic principle is simply that visual symbols (letters) represent speech sounds (phonemes). To write the spoken word “dog,” you use alphabetic symbols to represent the speech sounds. We can combine and recombine letter symbols to form words. As odd as it may sound, children can learn letters and even letter sounds in very rote ways without understanding the alphabetic system. When children do not understand the alphabetic principle, they may do the following:
The Konik is a Polish horse breed descending from very hardy horses from the Biłgoraj region. These horses had a predominantly dun colour, but also black and chestnut horses were present in the population.[4] Some researchers claim these foundation animals were hybrids with wild horse breeding that had been sold to farmers by the zoo in Zamość in 1806, which were bred to local domesticated draft horses.[4] However, genetic studies now contradict the view that the Konik is a surviving form of Eastern European wild horse, commonly called the tarpan, nor is it closely related to them. The Konik shares mitochondrial DNA with many other domesticated horse breeds and their Y-DNA is nearly identical.[5][6]

... Some studies incorporate phonics reading technique in their application. Created in Malay language, Ahmad, et al. [19] developed " Bijak Membaca " , an application for dyslexic children which applies Phonic Reading Technique and multisensory approach with interactive multimedia, such as text, graphics, video, and animation. Evaluated using Heuristic approach, this application is considered success in integrating all of learning strategies mentioned before. ...


Manfaat metode fonik dalam proses mengajar Bahasa Inggris adalah mempermudah Anda untuk mengenalkan kata-kata dan kalimat secara langsung tanpa mengeja. Bunda bisa menggunakan metode ini dengan cara mengajarkan kata-kata atau kalimat-kalimat Bahasa Inggris secara keseluruhan, bukan per bunyi dari huruf. Anak Anda akan melihat berbagai kosakata di kartu, mendengarkan kosakata yang diucapkan, dan mengulangi pengucapan kosakata tersebut. Anak Anda akan mendapatkan pemahaman makna dari kosakata tersebut.

Reading Rockets is a national multimedia project that offers a wealth of research-based reading strategies, lessons, and activities designed to help young children learn how to read and read better. Our reading resources assist parents, teachers, and other educators in helping struggling readers build fluency, vocabulary, and comprehension skills.
Pembelajaran bahasa asing yg paling efektif adalah dg langsung praktik, bukan pasif. Seperti bayi yang selalu diajak ngobrol oleh orangtuanya langsung. Bahkan bayi bule usia 3 tahun sudah tahu cara menerapkan tensis (penggunaan verba yg berubah dg variabel waktu) spt present tense, future tense, past tense meski ga paham grammar. Bandingkan dg anak yg belajar bahasa Inggris di sekolah, selama 3 tahun di SMP masih belum bisa bicara dalam bahasa Inggris, masih kalah dg bayi bule usia 3 tahun? Artinya pendekatan belajar bahasa asing yg dilakukan di sekolah kurang tepat karena bersifat pasif (anak tidak diajak ngobrol) shg anak2 tidak dapat mempraktikkannya.
×