Jaman suami pertama beli buku-buku ini yaitu 8 tahun lalu, belum ada versi audionya, jadi waktu itu saya yg kebetulan dah punya sedikit basic bahasa Inggris, karena kuliahnya di twinning program (lumayan bisa reading, writting, speaking bahasa Inggris secara fasih), dan tapi tetap aja plentat plentot belepotan nggak bersih bahasanya, jadi kudu super sabar belajar bersama anak-anak saya lagi, mulai dari lesson 1!! I’m serious! dan sembari mengajar, saya dikoreksi suami, mulai dari pengucapan yang benar, juga cari bahan belajar mandiri punya anak tk-sd (phonics for begginer), jaman dulu saya belum kenal you tube. Kalau sekarang lebih mudah lagi, karena banyak video belajar phonics. Tapi saran saya, stick with 1 modul dan tambahkan supplement yang bisa dimengerti si anak jika dia mengalami kesulitan belajar.
Kim Burnim: What you want to look for are resources that are based on well-established principles of teaching and learning, which are referred to as best practices. Best practices for teaching young children include allowing children to learn new things in many different ways (such as through songs, books, art activities, puzzles, games, and other hands-on activities), making learning fun and playful, and lots of repetition.
Emak2 itu suka dilema, dan kadang mengambil keputusan buruk karena tidak mau ambil resiko. Contoh nih kalo liat kerjaan rumah yang numpuk belum lagi berantakan dimana2, eh tiba2 anak2 mau bantuin tuh bikin dilema banget. Gimana ngga? Klo anak2 ikut bantuin mereka bisa sekalian belajar tp nantinya bukannya cepet selesai malah tambah lama dan kurang oke hasilnya. Padahal perbuatan semacam itu, bikin anak2 malah akhirnya malas membantu. Karena sering dilarang sih.
Modal saya cuma 1, yaitu buku magic ini: “The Ordinary Parents Guide to Teaching Reading” dan sekarang untuk yang non native seperti kita nih WNI, sudah tersedia versi audionya, jadi lebih mudah lagi ngajarnya kan :-). Nah, kenapa saya bilang magic? karena bukunya benar-benar super simple untuk non native seperti saya dan bukan guru beneran yang nggak pernah sekolah PG 🙂 but I can successfully teach my kids how to read, write and speak in English!
ini dia cara asyik mengenalkan para sahabat nabi lebih dekaat... cara mengajari anak membaca yang terbaik adalah, dengan mengajaknya gemar membaca cara mengajak anak gemar membaca adalah dengan menjadi tauladan gemar membaca dan yakinlah, kecanduan yang terbaik adalah kecanduan membaca... more info klik bit.ly/promobukulapak #sirohsahabat #bukupembangunkarakter #caramudahmembaca #bonuskaos #promobuku #bukudiskon #pestabuku #membacaitusehat #asyiknyamembaca - 1 month ago
Mommy dapat mengajarkan/memperkenalkan kepada bunyi (sound) tersebut 3-5 huruf setiap hari. Jangan lupa untuk menanyakan kembali bunyi yang sudah diajarkan ya agar ada tidak lupa J. Setelah itu mommy dapat mengajar anak bermain dengan menebak huruf awal (beginning sound)  contoh “ what is the beginning sound of sun?” , huruf tengah (middle sound), dan huruf akhir (ending sound). Biasanya, anak akan lebih mudah menebak huruf bunyi awal (middle sound) dan bunyi akhir (ending sound). Sedangkan bunyi tengah (middle sound) lebih sulit nah, inilah mengapa anak diajarkan vowel terlebih dahulu,  mommy dapat meminta anak menebak dari huruf vowel ( a, i, u, e, dan o) manakah bunyi tengah yang tepat.  Kegiatan menebak bunyi dapat dilakukan menggunakan worksheet agar anak juga dapat tahu cara penulisan huruf-huruf. Untuk mendapatkan worksheet mommy dapat mencarinya di google.
So, I decided to figure this things out! Saya mulai baca-baca sana sini dan browsing-browsing ini itu. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan cara dan bahan yang menurut saya cukup ideal untuk dibelajarkan kepada anak-anak. Kuncinya adalah PHONICS! Inilah metoda belajar membaca bagi English Speaking children. Dengan Phonics, anak-anak diajarkan mengucapkan alfabet menurut bunyinya, misalnya ‘C’ bukan diucapkan ‘si’ tetapi ‘keh..’, ‘G’ bukan dibunyikan ‘ji’ tetapi ‘geh’. Setelah mengenal bunyi huruf, anak-anak akan dikenalkan dengan bentuk-bentuk kata yang berpola, semisal “short vowel”, “long vowel”, “r control”, dsb dsb. Tentu saja teorinya tidak perlu di baca oleh anak-anak, mereka tinggal mengikuti contoh-contoh yang sudah di susun sistematis. Mirip metoda IQRA! Luar biasa, tiba-tiba saja anak sudah bisa mengenali pola bunyi dan …bisa membaca! Persis seperti anak-anak yang belajar membaca huruf Arab dengan metoda Iqra!
To understand the big picture, children must understand other concepts of print as well. Concepts of print are the many understandings about how print works, including that print serves specific purposes (e.g., to help us remember or to entertain us); that print is language written down; and that, in English, we read from left to right and from the top of the page to the bottom. All of these and other “mechanics” about how print works are important to learn alongside letters and sounds.
Phonics instruction should be explicit rather than implicit. Implicit instruction relies on readers "discovering" clues about sound-spelling relationships; good readers can do this, but poor readers are not likely to do so. Explicit instruction is the most effective type of phonics instruction, especially for children at risk for reading difficulties.
×