Apa artinya terhubung dengan Allah menurutmu? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ini topik yang sering dibicarakan, tapi pernah nggak kita bertanya, juga, seperti apa sih? Saya juga iya punya tanya yang sama. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Apa artinya connection itu? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Bagaimana kita tahu ketika kita terhubung dengan Allah. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Ada nggak tanda, atau rasa, yang kita alami ketika kita terhubung dengan Allah SWT? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saya share apa artinya buat saya di comment bawah ya.. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Dan buat kamu? apa menurutmu arti terhubung dengan Allah?


The evidence is clear that young children benefit from opportunities to read text that emphasizes letter-sound relationships they have learned to date.11 This reinforces the value of their hard work and of using decoding to read words. Children’s reading opportunities should not be restricted to decodable texts, or those with only letter sounds they have been taught, but such texts should be a regular part of the reading diet. TextProject.org is a great resource for texts, and information about texts, that support beginning readers to learn to decode, without being as boring or unnatural as some decodable texts are.
Synthetic phonics, also known as blended phonics, is a method employed to teach children to read by blending the English sounds to form words. This method involves learning how letters or letter groups represent individual sounds, and that those sounds are blended to form a word. For example, shrouds would be read by pronouncing the sounds for each spelling "/ʃ, r, aʊ, d, z/" and then blending those sounds orally to produce a spoken word, "/ʃraʊdz/." The goal of either a blended phonics or synthetic phonics instructional programme is that students identify the sound-symbol correspondences and blend their phonemes automatically. Since 2005, synthetic phonics has become the accepted method of teaching reading (by phonics instruction) in the United Kingdom and Australia. In the US, a pilot programme using the Core Knowledge Early Literacy programme that used this type of phonics approach showed significantly higher results in K-3 reading compared with comparison schools.[14]
Vowel digraphs are those spelling patterns wherein two letters are used to represent a vowel sound. The ai in sail is a vowel digraph. Because the first letter in a vowel digraph sometimes says its long vowel sound, as in sail, some phonics programmes once taught that "when two vowels go walking, the first one does the talking." This convention has been almost universally discarded, owing to the many non-examples. The au spelling of the /ɔː/ sound and the oo spelling of the /uː/ and /ʊ/ sounds do not follow this pattern.
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Jolly Phonics untuk menstimulasi kemampuan kesiapan membaca anak usia dini. Subjek berjumlah 28 siswa yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Evaluasi berupa pretest dan posttest mengenal huruf, dengan indikator kemampuan mengidentifikasi huruf dan kemampuan menyebutkan bunyi huruf. Perbedaan skor dianalisis menggunakan teknik statistik paired sample t test. Hasil penelitian disimpulkan metode Jolly Phonics efektif untuk menstimulasikesiapan membaca anak usia dini. Kata-
*Cerdas Bersama Piko: Pintar Membaca AIUEO* Harga : *70.000* Detail produk Penerbit : Tiga Ananda Berat barang : 300 gr Kondisi : baru ; bersegel Deskripsi Cara Mudah dan Ringan Belajar Membaca *Panduan Praktis Orang Tua dan Guru Mengajari Anak Membaca* Buku Pintar Membaca ini merupakan buku asyik yang membantu putra.-putri Anda. belajar membaca. disajikan dengan alur pengajaran yang sistematis, menghindarkan stres, ringan, dan menyenangkan. *Dilengkapi pula dengan petunjuk pengajaran tiap bab* Pemesanan : WA 08568810373 - 3 months ago
Diphthongs are linguistic elements that fuse two adjacent vowel sounds. English has four common diphthongs. The commonly recognized diphthongs are /aʊ/ as in cow and /ɔɪ/ as in boil. Three of the long vowels are also in fact combinations of two vowel sounds, in other words diphthongs: /aɪ/ as in "I" or mine, /oʊ/ as in no, and /eɪ/ as in bay, which partly accounts for the reason they are considered "long".

Sebagai contoh, para peneliti pertama terkena model untuk suara sampai mengembangkan sebuah kosa kata bahasa lisan, seperti balita lakukan sebagai mereka mendengarkan pidato sekitar mereka sebelum membaca instruksi bahkan dimulai. Setelah model bisa mencari tahu makna dari suara, para peneliti menunjukkan itu ejaan kata. Kemudian, mereka diminta untuk membaca berbagai kata dan mencari tahu apa yang mereka maksudkan. Model ini bisa menggunakan suara, pola visual atau kombinasi keduanya.
The use of phonics in American education dates at least to the work of Favell Lee Mortimer, whose works using phonics includes the early flashcard set Reading Disentangled (1834)[19] and text Reading Without Tears (1857). Despite the work of 19th-century proponents such as Rebecca Smith Pollard, some American educators, prominently Horace Mann, argued that phonics should not be taught at all. This led to the commonly used "look-say" approach ensconced in the Dick and Jane readers popular in the mid-20th century. Beginning in the 1950s, however, inspired by a landmark study by Dr. Harry E. Houtz, and spurred by Rudolf Flesch's criticism of the absence of phonics instruction (particularly in his popular book, Why Johnny Can't Read) phonics resurfaced as a method of teaching reading.
Phonics adalah pelajaran pertama yang diberikan kepada anak-anak sebagai persiapan mereka belajar membaca bahasa Inggris. Phonics memberi pengetahuan tentang hubungan antara huruf-huruf, blends (campuran huruf), diagraphs (beberapa huruf bersatu menghasilkan satu bunyi), serta ejaan kata-kata. Phonics merupakan pengetahuan untuk mengidentifikasi bunyi/lafal huruf-huruf dalam suatu kata sehingga anak-anak akan lebih mudah dalam baca tulis.
Kami menemui 11 kajian yang menepati kehendak ulasan ini. Kajian ini melibatkan 736 respoden. Jumlah bukti untuk setiap kemahiran literasi adalah pebagai, iaitu kira‐kira 10 kajian untuk ketepatan membaca perkataan dan hanya satu kajian untuk kefasihan membaca nonword atau ‘bukan kata benar’ ( huruf yang disusun untuk membentuk perkataan yang tidak wujud).
Penelitian menunjukkan bahwa Phonics adalah salah satu cara tercepat bagi anak-anak untuk mempelajari konsep menulis kata dan mengembangkan kemampuan membaca, terutama apabila mereka mulai mempelajarinya di usia muda. Dengan mengajar membaca dan mengeja melalui penerjemahan fonetik dalam pengejaan biasa, menggunakan kemampuan membaca mandiri menjadi sangat lebih mudah bagi anak-anak, dimana hal tersebut dapat mendorong mereka untuk berlatih dan terus belajar di rumah.
Nah, saya akan menjelaskan bagaimna cara mengajari buah hati anda yang sedang duduk di bangku TK ( taman kanak-kanak) dapat membaca 3 huruf dalam bahasa inggris menggunakan metode phonic sound. Jika mommy sudah pernah mendengar motede ini sebelumnya, mungkin akan lebih mudah untuk mommy mengerti. Metode phonic sound ini mengajarkan anak membaca menggunakan bunyi(sound) setiap huruf (alphabet) dan menurut saya mengajarkan anak membaca menggunakan metode phonic sound lebih mudah dan lebih praktis dibanding metode yang lainnya.
In 2017, research published in the Journal of Experimental Psychology has shown that learning to read by sounding out words (i.e. phonics) has a dramatic impact on the accuracy of reading aloud and comprehension. [34] It concludes that early literacy education should focus on the systematic approach in "print-to-sound relationships" in alphabetic languages, rather than teaching "meaning-based strategies", in order to enhance both reading aloud and comprehension of written words. 									

Figure 1: Design of “Bijak Membaca” Figure 2 depicts the contents of the interactive multimedia application that applies learning strategies which are the Phonic Reading Technique and Multisensory Approach. Figure 2. Adaptation of Learning Strategies Researchers incorporate the first module with the Phonic Reading Technique, which involves letters, syllables, words, and sentences. Dyslexics have a few critical letters that they are confused with. These critical letters are b, d, m, n, p, q, u, and w [20]. Dyslexics are usually confused with small letters, and therefore a decision is made to integrate a letter with a picture to ensure that they recognize the letter. In the example of the interface design shown in Figure 3, each letter is provided with the letter-sound using the Phonic Reading Technique and embedded with video that shows the pronunciation technique. By using a pointing device, dyslexics can just move over the lettered object to hear the phonic pronunciation. Besides that, the embedded video of each letter can be repetitively played to practice the pronunciation technique. In some ways, it shows that the Multisensory Approach is also applied with the linking of eyes, ears, voice, and hand movements [6]. Figure 3. Letter-sound using Phonic Reading technique interface design As stated earlier in this section, there are three different types of exercises that apply the Multisensory Approach in the “Aktiviti” Module. Firstly, pronouncing activity page (“Latihan Sebut”), helps the user to differentiate the correct pronunciation of each critical letter. Figure 4 shows the interface designs of different categories in “Latihan Sebut”, which are letter, syllable, and sentence. The user has to click on the letter and it navigates to the next screen with the presence of sound. By doing this activity, dyslexics link their sensory organs such as eyes, ears, and hand movements interactively. The reason for developing this page is because dyslexics have problems with reading and recognizing letters. Figure 4. Interface Designs of “Sebut” Activity Secondly, drag and drop activity is chosen to give different interaction styles to dyslexics. The user needs to pick any letter provided and drag it to a correct place, based on the given picture (Figure 5). Besides drag and drop, the user can also click on the syllables to complete the task. These exercises are implemented by adapting the Multisensory Approach as the user needs to synchronize his hand movements by dragging the object to targeted areas with the coordination of his eyes. 2012 IEEE Colloquium on Humanities, Science & Engineering Research (CHUSER 2012), December 3-4, 2012, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia556
Penelitian menunjukkan bahwa Phonics adalah salah satu cara tercepat bagi anak-anak untuk mempelajari konsep menulis kata dan mengembangkan kemampuan membaca, terutama apabila mereka mulai mempelajarinya di usia muda. Dengan mengajar membaca dan mengeja melalui penerjemahan fonetik dalam pengejaan biasa, menggunakan kemampuan membaca mandiri menjadi sangat lebih mudah bagi anak-anak, dimana hal tersebut dapat mendorong mereka untuk berlatih dan terus belajar di rumah.
Manfaat lainnya dari menggunakan metode fonik untuk mengajarkan membaca Bahasa Inggris adalah metode ini mempermudah anak Anda untuk mendengar dan memanipulasi bunyi dalam kata-kata yang diucapkan sehingga anak Anda akan lebih mudah membaca kata-kata Bahasa Inggris. Contohnya, Anda bisa menggantikan bunyi huruf c dari kata ‘cake’ menjadi bunyi huruf t dari kata ‘take’. Kedua kata tersebut memiliki bunyi akhir yang sama. Yang membedakannya adalah bunyi awal.
The review does address the question of why children's reading and writing (especially for boys) have not been meeting expectations. Paragraph 3.25 of the Final Report states "This suggests that it is far more often the nature of the teaching than the nature of the child which determines success or failure in learning the 'basic' skills of reading and writing. This is not to say, however, that there is any lack of willingness or capability on the part of primary teachers to develop the required expertise in the teaching of beginner readers once convinced of the benefits to children of doing so. Rather, the main obstacles have been long-standing systemic confusion and conflicting views, especially about the teaching of phonics.[36] As more research and practice now converge in strong support of high-quality, systematic phonic work, schools can be confident that their investment in good-quality phonics training for teachers and in good systematic phonic programmes, whether commercial or provided by the National Strategies, will yield high returns for children."[37]
Jejak kehidupan kita seperti halnya jejak kaki kita di pasir pantai itu indah tapi selalu berbeda uniknya. ⠀⠀ #realita⠀⠀ By default, semua orang nggak musingin kita seperti apa, kecuali diri kita sendiri. Jika kelihatannya orang lain musingin kita, mikirin kita, ngomongin kita, tapi kenyataannya itu semua terlihat dan terdengar jauh lebih besar dari kenyataannya. Kenapa? Karena by default juga, NEGATIVITY itu JAUH LEBIH RIBUT lebih bikin NOISE dibanding POSITIVITY apalagi di dunia internet sekarang. Orang lain nggak pusing dengan perubahanmu. Terus kenapa kita pusingin mikirin dan bandingin dengan orang lain? ⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Mungkin kita merasa sangat terganggu melihat wanita lain disekeliling kita baik online ataupun di kehidupan nyata yang bisa kita lihat secara fisik, mereka membuat perubahan, terlihat lebih baik menjalani kehidupan mereka, membuat gebrakan dan terus bergerak maju, dan kita berpikir dan merasa, Kenapa kita bergerak ditempat saja? Nggak maju-maju, ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Mungkin kita mikir, ada yang salah deh dengan diri kita ini. Kenapa terlihat berbeda dari orang lain? Tapi kita sebenarnya tidak sadar kalau kita itu terus bergerak I ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Jangan diterusin mikir seperti ini.⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Berhenti sekarang juga💥!⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Perjalananmu menuju kamu yang lebih baik itu MashaAllah indah uniknya yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Nggak ada perjalanan manusia yang identik dan persis sama satu dengan lainnya. I tell you, It’s OKAY! 💟⠀⠀⠀⠀⠀ Yuk belajar bareng tuk membuat perjalanan Ramadan kali ini lebih UNIK INDAHNYA 💗 Info detail program: https://greenmommyshop.com/product/kursus-bersiap-ramadan/ Daftar untuk kursus Di link bio

Kim Burnim: Of course. The letter c, for example, sometimes stands for the same sound as the letter k, as in the word “cat,” and sometimes stands for the same sound as the letter s, as in the word “city.” The most common sound for the letter c is the “k” sound, so that’s what we teach children first. Another example is the letter a—sometimes it represents the short a sound, as in the word “cap,” and sometimes it represents the long a sound, as in the word cape. We usually teach the short a sound first, because that’s more common, and then teach the long a sound later on.
Manfaat lainnya dari menggunakan metode fonik untuk mengajarkan membaca Bahasa Inggris adalah metode ini mempermudah anak Anda untuk mendengar dan memanipulasi bunyi dalam kata-kata yang diucapkan sehingga anak Anda akan lebih mudah membaca kata-kata Bahasa Inggris. Contohnya, Anda bisa menggantikan bunyi huruf c dari kata ‘cake’ menjadi bunyi huruf t dari kata ‘take’. Kedua kata tersebut memiliki bunyi akhir yang sama. Yang membedakannya adalah bunyi awal.
is a free tutorial that uses cartoons and sounds with audio narration and clickable words to teach phonics. This method teaches just basic phonics concepts without struggle or frustration and includes rules for vowels, consonants, and blends along with practice pages. These pages were created to make it easy and fun for new readers -- children or adults -- to navigate through the lessons. So we invite students, along with parents and school teachers, to click and hear words while enjoying the pictures.
Figure 5. Drag and Drop Activity Lastly, the reading activity is designed to enforce the Phonic Reading Technique with the application of the Multisensory Approach. Children need to read the given passage and be guided with pre-recorded voice using the correct Phonic Reading Technique. Users have to link their voice, ears, and eyes to perform this activity. IV. RESULT & FINDING In order to evaluate the interface design and usability aspect of the application, Hueristic Evaluation is conducted. Heuristic Evaluation is an informal usability analysis and it is recommended to be done with between three and five evaluators to view the interface design and give their comments [21]. The evaluators should be experts in Human Computer Interaction (HCI) and other similar project areas. For this study, this evaluation is performed by multimedia lecturers from the Computer Science Department and IT undergraduates who are pursuing a course in HCI (Multimedia). The reason of choosing those students as evaluators is to acquire their feedbacks and comments based on their theoretical and practical knowledge in HCI.Their task is to look into the adaptation of learning strategies and multimedia content in “Bijak Membaca”. They are given a set of questionnaires that consists of five sections. The criteria that need to be evaluated are i) content and structure (adaptation of phonic reading and Multisensory Approach), ii) interface design, sound, navigation (multimedia elements), and iii) general feedback about the application. The scale used is from 1 to 5. Table 1 shows the scale with the description that is included in the questionnaires. TABLE 1: RANK OF ANSWERS Rank Value Strongly Agree 5 Agree 4 Neutral 3 Disagree 2 Strongly Disagree 1 Figure 6 shows the result of the Heuristic Evaluation based on the content and feedback on structure. The result shows that most of the evaluators agree that this application is well designed with understandable content (mean=4.67) and reading technique (mean= 4.5), and suitable multisensory activities (mean=4.83). Figure 6. Result of Heuristic Evaluation on Content and Structure Based on the feedback shown in Figure 7, multimedia elements are designed and integrated very well as most of them agree with the interface design (mean=4.67), sound (mean=4.73), and navigation (mean=4.1) of the application. Figure 7. Result of Heuristic Evaluation on Multimedia Interactivity General feedback results (refer to Figure 8) obtained from this evaluation show that “Bijak Membaca” is accepted as an interesting (mean=4.33), user-friendly (mean=4.00), and attractive (mean=4.33) tool. It is also evaluated as valuable (mean=4.67) and supportive (mean=4.67). 2012 IEEE Colloquium on Humanities, Science & Engineering Research (CHUSER 2012), December 3-4, 2012, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia557
Mengajar membaca itu perlu tahapan. Jangan salah urutan. Karena membaca itu merupakan ketrampilan, sama spt berenang yg ketika memelajarinya memerlukan tahapan ttn. Kita tidak akan dapat mengajari anak membaca apapun, jika hanya disodori buku/kartu saja, tanpa diberitahu tahu cara membacanya, dan bagaimana 'bunyi' masing2 huruf jika bertemu huruf lainnya. Atau istilah kerennya ilmu 'fonik'. Semua perlu tahapan. Jika tahapan keliru, atau salah urutan, maka pendekatannya kurang berhasil dan dapat menimbulkan efek 'trauma' atau 'sebel'. Sepintar apapun pembimbing, amat memerlukan media yg bagus, agar efek dari belajar tidak menimbulkan trauma pada anak. Tapi sebaliknya dapat menimbulkan kecanduan sampai2 anak tahan belajar dalam waktu 2 jam non stop.

Selamat pagiii 🙂 Sambil sarapan (abis nulis sarapanne wis mari) haha 😅 Saya sharing salah satu hal yang paling sering ditanyakan adalah seputar kompos dari sampah organik.   Untuk yang belum tahu untuk apa sih kompos itu? 1. Mengembalikan tanaman 🥗🌮🥙dan hewan 🐂🐔🐓🐣🐤🐥🐦🐰yang sudah menyelesaikan fungsinya pada ekosistem kembali ke tanah (bayangkan kalau semua tanaman […]
Membujuk seorang anak pada fonik membutuhkan pendekatan yang disengaja dan dipelajari, itulah sebabnya mengapa yang terbaik bagi orang tua adalah bekerja dengan seorang penasihat atau membeli paket fonik dari salah satu pemimpin dalam materi pendidikan. Para penulis dan ilustrator yang merancang manual ini memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengajar anak-anak membaca, sehingga mereka dapat dipercaya sebagai otoritas (tidak seperti beberapa sistem sekolah). Banyak perusahaan fonik menunjukkan tingkat keberhasilan yang luar biasa, sering kali setinggi 85 atau 90 persen yang diukur oleh orang tua sendiri.
Between the two world wars, the German brothers Heinz and Lutz Heck crossed stallions of Przewalski's horse with mares of the Konik horse, as well as mares of other breeds such as the Dülmen pony, Gotland pony, and the Icelandic horse, to create a breed resembling their understanding of the tarpan phenotype. The result is called the Heck Horse.[9] Other breeders crossed Koniks with Anglo Arabians or the Thoroughbred to increase their quality as a riding horse.[4]

Berkali-kali, penelitian telah menunjukkan bahwa kunci untuk membuat anak-anak kecanduan phonics adalah memulai lebih awal. Bagaimana awal? Beberapa pendidik mengatakan taman kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan pendidikan fonetik untuk memberi anak-anak pelajaran baru dalam membaca mereka. Tentu saja, tidak ada salahnya datang dari eksplorasi awal huruf dan suara anak. Dalam skenario terbaik, anak-anak ini akan memasuki sekolah dasar yang sudah naik pada tingkat membaca kelas dua atau tiga.
"Overall we conclude that the synthetic phonics approach, as part of the reading curriculum, is more effective than the analytic phonics approach, even when it is supplemented with phonemic awareness training. It also led boys to reading words significantly better than girls, and there was a trend towards better spelling and reading comprehension. There is evidence that synthetic phonics is best taught at the beginning of Primary 1, as even by the end of the second year at school the children in the early synthetic phonics programme had better spelling ability, and the girls had significantly better reading ability."
^ "National Reading Panel (NRP) – Publications and Materials – Summary Report". National Institute of Child Health and Human Development. (2000). Report of the National Reading Panel. Teaching children to read: An evidence-based assessment of the scientific research literature on reading and its implications for reading instruction (NIH Publication No. 00-4769). Washington, DC: U.S. Government Printing Office. 2000. Archived from the original on 2010-06-10.
Itulah cara mengajarkan anak membaca 3 huruf dalam bahasa inggris. Nanti saya juga akan menjelaskan bagaimana mengajarkan anak mengenal sight words dan early grammar kepada anak ya mom. Jika, ada yang mommy belom mengerti atau ingin tahu lebih jelas dapat memberi komentar yah mom . Jangan lupa share ya jika menurut mommy artikel ini sangat membantu dan berguna agar, mommy  yang lain juga tahu bagaimana mengajarkan anak mereka membaca menggunakan phonic sound.
Ramadan by default harusnya menenangkan kan? Tapi untuk sebagian orang, terutama ibu apalagi itu bukan hal yang mudah Kenapa? Karena tekanan dan ekspektasi yang kita berikan ke diri kita sendiri, Rasanya kita terus saja berlari untuk mencari sesuatu yang lebih baik lainnya. Mulai dari ngurusin Belanjaan berikutnya Buka puasa berikutnya Berikutnya Berikutnya Belum lagi nambahin rencana Lebaran ke semua rencana berikutnya, yang ada? Adonan capek + overwhelm alias kewalahan Mana tenangnya? Saya dari dulu menolak untuk bikin segalanya ribet! Saya hanya BUTUH Ramadan yang lebih tenang dan semakin hari alhamdulillah Ramadan organizer saya semakin tipis 💕 Menjalani Ramadan yang tenang itu artinya MELAMBATKAN segala hal lainnya. Menikmati momen demi momen dari waktu-waktu Ramadan Tapi bukan berarti sebagai ibu dengan banyak tanggungjawab saya meninggalkan semua checklist? Tidak begitu Saya jadi lebih cerdik untuk menavigasi semuanya inshaAllah Sambil membayangkan Ramadan yang tenang dan damai, indahnya.. Apa cara kalian untuk membuat Ramadan tahun ini lebih tenang? Kelas dimulai Rabu, 10 April 2010 (google classroom) Daftar untuk kursus Di link bio
Learning phonics song for kids Belajar bahasa Inggris untuk anak. Bahasa Inggris atau English adalah bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Bahasa Inggris dituturkan sebagai bahasa pertama oleh mayoritas penduduk di berbagai negara, termasuk Britania Raya, Irlandia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara-negara Karibia; serta menjadi bahasa resmi di hampir 60 negara berdaulat. Bahasa Inggris adalah bahasa ibu ketiga yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia, setelah bahasa Mandarin dan bahasa Spanyol. Bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi oleh Uni Eropa, Negara Persemakmuran, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta beragam organisasi lainnya.
Pembelajaran bahasa asing yg paling efektif adalah dg langsung praktik, bukan pasif. Seperti bayi yang selalu diajak ngobrol oleh orangtuanya langsung. Bahkan bayi bule usia 3 tahun sudah tahu cara menerapkan tensis (penggunaan verba yg berubah dg variabel waktu) spt present tense, future tense, past tense meski ga paham grammar. Bandingkan dg anak yg belajar bahasa Inggris di sekolah, selama 3 tahun di SMP masih belum bisa bicara dalam bahasa Inggris, masih kalah dg bayi bule usia 3 tahun? Artinya pendekatan belajar bahasa asing yg dilakukan di sekolah kurang tepat karena bersifat pasif (anak tidak diajak ngobrol) shg anak2 tidak dapat mempraktikkannya.
×