Pada bulan Mei 2009, kami merilis Membaca Starfall TK dan Bahasa Kurikulum Arts. Metode pengajaran kami memotivasi anak dalam suasana imajinasi dan antusiasme, memberikan kesempatan bagi anak-instruksi diarahkan, dan mendukung pelajar bahasa Inggris dan pembaca berjuang belajar bersama rekan-rekan mereka. Silakan kunjungi Toko Starfall untuk murah lainnya jurnal dan buku phonics paralel website ini.
Analogy phonics is a particular type of analytic phonics in which the teacher has students analyze phonic elements according to the phonogrammes in the word. A phonogramme, known in linguistics as a rime, is composed of the vowel and all the sounds that follow it in the syllable. Teachers using the analogy method assist students in memorising a bank of phonogrammes, such as -at or -am. Teachers may use learning "word families" when teaching about phonogrammes. Students then use these phonogrammes.
^ "National Reading Panel (NRP) – Publications and Materials – Reports of the Subgroups". National Institute of Child Health and Human Development. (2000). Report of the National Reading Panel. Teaching children to read: an evidence-based assessment of the scientific research literature on reading and its implications for reading instruction: Reports of the subgroups (NIH Publication No. 00-4754). Washington, DC: U.S. Government Printing Office. 2000. Archived from the original on 2010-06-11.
Media ini juga merupakan media belajar yang interaktif, ananda dan orang tua akan menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan, ananda akan ditanya huruf dan akan mendapatkan reward jika bisa menghafal/menyebutkannya. Proses "fun learning" ini yang akan menumbuhkan semangat dan minat belajar anak. proses belajarpun menjadi lengkap krn anak turut ikut serta dlm belajar dg menggunakan semua indra yg dimilikinya, mereka akan ditanggapi&menanggapi materi yg dipelajarinya, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar dlm diri anak.

The review does address the question of why children's reading and writing (especially for boys) have not been meeting expectations. Paragraph 3.25 of the Final Report states "This suggests that it is far more often the nature of the teaching than the nature of the child which determines success or failure in learning the 'basic' skills of reading and writing. This is not to say, however, that there is any lack of willingness or capability on the part of primary teachers to develop the required expertise in the teaching of beginner readers once convinced of the benefits to children of doing so. Rather, the main obstacles have been long-standing systemic confusion and conflicting views, especially about the teaching of phonics.[36] As more research and practice now converge in strong support of high-quality, systematic phonic work, schools can be confident that their investment in good-quality phonics training for teachers and in good systematic phonic programmes, whether commercial or provided by the National Strategies, will yield high returns for children."[37]

Manfaat lainnya dari menggunakan metode fonik untuk mengajarkan membaca Bahasa Inggris adalah metode ini mempermudah anak Anda untuk mendengar dan memanipulasi bunyi dalam kata-kata yang diucapkan sehingga anak Anda akan lebih mudah membaca kata-kata Bahasa Inggris. Contohnya, Anda bisa menggantikan bunyi huruf c dari kata ‘cake’ menjadi bunyi huruf t dari kata ‘take’. Kedua kata tersebut memiliki bunyi akhir yang sama. Yang membedakannya adalah bunyi awal.


Mengaitkan Fonetik Menjadikan anak Anda kecanduan fonetik sejak dini adalah salah satu kunci keberhasilan akademisnya. Beberapa orang tua khawatir bahwa terlalu dini untuk mengibuli anak-anak mereka, tetapi ini merupakan masalah filosofis dasar. Membaca tidak boleh dianggap sebagai pemaksaan dalam kehidupan seorang anak melainkan sebagai kunci untuk kebahagiaannya.

Phonics curriculum usually starts with teaching letters, slowly creating a working knowledge of the alphabet. Children learn the sounds of each letter by associating it with the word that starts with that sound. Phonics skills grow through reading activities, and students learn to distinguish between vowels and consonants and understand letter combinations such as blends and digraphs.
Short vowels are the five single letter vowels, a, e, i, o, and u, when they produce the sounds /æ/ as in cat, /ɛ/ as in bet, /ɪ/ as in sit, /ɒ/ or /ɑ/ as in hot, and /ʌ/ as in cup. The term "short vowel" is historical, and meant that at one time (in Middle English) these vowels were pronounced for a particularly short period of time; currently, it means just that they are not diphthongs like the long vowels.

Jika anak memulai sekolah di Perth dalam usia yang ‘nanggung, yaitu usia-usia 5-6 tahun, akan muncul sedikit tantangan bagi ortu dalam upaya belajar mereka. Anak-anak dalam usia seperti ini pastilah sudah pernah mengenal huruf ABC dan mengejanya dalam bahasa Indonesia, tetapi belum benar-benar bisa membaca. Dengan cara pengucapan yang sangat berbeda, wah…anak-anak pasti mengalami kebingungan. Setahu dia, What You See is What You Say! heheheheh…in English, of course you cannot just say what you see! Jika mempunyai anak-anak yang Verbal Geeks, wow…alhamdulillah deh, nggak perlu dibantu juga langsung ‘nangkep. Tetapi, saya yakin rata-rata anak akan mengalami learning curve shock!
×